Syarat Peroleh Izin PIRT di Bireuen Harus Ikut Bimtek

Dinas Kesehatan bekerjasama dengan KPP Pratama Kabupaten Bireuen, mengelar bimbingan teknis penyuluhan pangan sebagai salah syarat bagi pelaku usaha untuk mendapat izin pangan industri rumah tangga (PIRT) dari Dinkes Bireuen
Kadinkes Bireuen Irwan A Gani
Kadinkes Bireuen, dr Irwan A Gani tengah memberi keterangan kepada wartawan, Jumat (27/11/2020) pagi. (Foto : Rahmat Hidayat/ACEHSATU.COM).


ACEHSATU.COM | BIREUEN – Dinas Kesehatan bekerjasama dengan KPP Pratama Kabupaten Bireuen, mengelar bimbingan teknis penyuluhan pangan sebagai salah syarat bagi pelaku usaha untuk mendapat izin pangan industri rumah tangga (PIRT) dari Dinkes Bireuen

Kegiatan diikuti 50 pengusaha pangan industri rumah tangga tersebut, hadirkan pemateri juga Kepala Dinas Kesehatan Bireuen, dr Irwan A Gani, dan tutor dari Dinkes Bireuen, berlangsung di kantor KPP Pratama Bireuen, Cot Gapu, Kecamatan Kota Juang, Kamis (26/11/2020). 

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Bireuen, dr Irwan A Gani didampingi Kasi Kesehatan Lingkungan (Kesling) Kusna Rohana R, SKep, ditanyai acehsatu.com, Jumat (27/11/2020) terkait kegiatan itu.
Dijelaskannya salah satu tujuan bimtek tersebut adalah sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan izin edar PIRT yang dikeluarkan Dinkes Bireuen untuk usaha makanan dari dapur rumah tangga seperti usaha membuat kue dan lainnya.

“Untuk mendapatkan izin edar ini, maka para pengusaha pangan industri rumah tangga harus mengikuti bimtek ini, untuk tindak lanjut kegiatan ini tim Dinkes turun ke rumah peserta,” jelas Kasi Kesling.
Kedatangan petugas untuk memastikan kebersihan sanitasi, dan juga penggunaan bahan pangannya tidak ada mengunakan bahan berbahaya bagi kesehatan. “Tahun 2020 ini sudah kedua kali kita gelar Bimtek masing-masing diikuti 50 peserta,” ujarnya.

Sedangkan bagi pengusaha lainnya yang belum memperoleh izin edar, agar dapat mendaftar ke Kesling Dinkes Bireuen. “Kita imbau agar mengurus izin sehingga masa pandemi Covid-19 pendapatan merosot, produk mudah dipasarkan,” terang Kusna Rohana. (*)