Sukseskan Program Gampang di Trienggadeng, TNI dan Penyuluh Pertanian Aktif Bantu Petani di Lapangan

Jajaran TNI dari Komando Rayon Militer (Koramil) Trienggadeng, Pidie Jaya, bersama sejumlah penyuluh pertanian lapangan dari Balai Penyuluhan Pertanian (PPL-BPP) setempat serta kejruen blang, kini jelang dua bulan aktif di lapangan.
Program Gampang di Trienggadeng
SEBUAH traktor sedang olah tanah di kawassn Kuta Pangwa Kecamatan Tringgadeng terjebak lumpur atau nyangkut sehingga terpaksa ditarik dengan tensga manusis. ACEHSATU.COM/ Abdullah Gani

ACEHSATU.COM | PIDIE JAYA Jajaran TNI dari Komando Rayon Militer (Koramil) Trienggadeng, Pidie Jaya, bersama sejumlah penyuluh pertanian lapangan dari Balai Penyuluhan Pertanian (PPL-BPP) setempat serta kejruen blang, kini jelang dua bulan aktif di lapangan.

Mereka termasuk semua Bintara Pembina Desa (Babinsa) hadir untuk menyukseskan program gerakan mandiri pangan (Gampang).

Kabid Produksi Distanpang Pidie Jaya, Safri Sallam SP, MP kepada ACEHSATU.COM, Jumat (2/10/2020) mengatakan, kegiatan Gampang musim tanam gadu (MTG) 2020 fase kedua seluas 1.000 hektare melibatkan seribuan petani yang tersebar di 20 gampong hingga saat ini berjalan lancar. 

Minggu pertama Oktober 2020 ini ke 1.000 ha lahan selesai tanam.

“Minggu ini selesai tanam,” kata Safri.  

Program dimaksud berjalan lancar menyusul kerjasama yang baik semua pihak. Dinas Pekerjaan umum (PU) juga dengan sigap merespon terhadap beberapa kendala di lapangan.

Seperti kurang beresnya saluran karena tersumbat. Petugas langsung mendatangkan alat berat.

Semua kegiatan dikoordinir Kadistanpang dan Koramil setempat. Lahan yang sulit  tersuplai air dibersihkan.

Saking begitu aktifnya petugas di lapangan terkadang malam pun penyuluh bersama TNI membersihkan sampah di aluran.

Kejruen Blang Kecamatan Trienggadeng, Ibnu Hajar juga mengakui keaktifan petugas dalam upaya mengsukseskan Gampang seluas 1.000 hektare.

Kendati wilayahnya termasuk kawasan tadah hujan dan airnya disuplai dari waduk (air simpanan—-red), namun ia bersama sejumlah kejruen blang gampong serta pengurus kelompok tani optimis akan berhasil. Jika ini berhasil, kedepan akan diperluas lagi.

Sejumlah petani Gampong Paya, Tuha, Kuta, Mns Mee, Deah Baroh, Dee dan Peulandok Tunong yang ditemui menyatakan optimis Gampang berjalan lancar. Semula banyak petani meragukan karena sebagian sawah sulit mendapatkan air.

Tapi menyusul hujan turun saat olah tanah, lahan langsung ditraktor. Apalagi, traktor bantuan Distanbun dan Distanpang Pijay mencapai belasan unit.

Yang tentunya jadwal olah tanah bisa terkejar. Patut diacung jempol, Babinsa, PPL, kejruen blang dan ketua kelompok tani kerja keras di lapangan tanpa mengenal lelah, papar  Rahman petani Dee. Ridwan, salah seorang penyuluh pertanian disana mengakui, berkat kerja keras penyuluh bersama TNI, kejrueng blang serta pengurus kelompok tani, kegiatan berjalan lancar.

Kendati terkadang traktor nyangkut karena kondisi lahan yang terkadang sulit diolah, tapi semua itu dapat diatasi, papar Ridwan. (*)