Sudah Dibaptis, Anak Fitri Berhasil Dijemput Paksa Neneknya

Sudah Dibaptis, Anak Fitri Berhasil Dijemput Paksa Neneknya

ACEHSATU.COM [ LANGSA – Dua bocah anak janda cantik, Fitri (29) yang terbuai janji manis dan dibawa lari diduga dikristenisasikan di Kota Medan oleh rentenir Edy Simon S berhasil diambil paksa keluarga nenek bocak tersebut, Kamariah yang juga ibu kandung, Fitri dibawa pulang ke Aceh.

Sementara Fitri belum berhasil dibawa pulang dan akan diupayakan kembali untuk dibawa pulang ke Aceh.

Ibu kandung Fitri, Kamariah (62) di kediamannya Gampong Alue Beurawe, Kecamatan Langsa Kota kepada Acehsatu.com, Minggu (14/6/2020) terlihat tidak dapat menyembunyikan kesedihannya menghadapi kenyataan anak dan cucunya yang dibawa lari renternir dan dibaptis kristenisasi.

Perebutan cucunya itu dan Fitri terjadi perlawanan sengit dari Edy Simon S, rentenir asal Sumatera Utara.

“Sekarang ini kedua cucunya (anak Fitri) sudah dititipkan kepada keluarga ayahnya di Peureulak, Aceh Timur,” ujar Kamariah.

Sementara Fitri ibu kandung kedua bocah tersebut belum dapat dibawa pulang  karena timbul perlawanan sengit dari Edy Simon, namun pihak keluarga perempuan Aceh tersebut mengatakan di lain waktu akan terus melakukan berbagai cara untuk menjemput Fitri kembali ke Aceh guna di rehabilitasi pemikirannya yang telah di kristenisasi.

proses jemput paksa dua bocak anak fitri di Kota Medan oleh keluarganya di Aceh. Acehsatu/istimewa

“Memang si Fitri sudah dewasa dan sudah bisa menentukan arah hidupnya sendiri. Tapi dalam konteks ini berbeda. Ini soal aqidah dan agama. Kami tidak bisa menerima anggota keluarga kami di cuci otaknya hingga merusak aqidah dan menjadikannya seorang Nasrani. Apapun yang terjadi, kami akan jemput dia untuk kami rehabilitasi dari doktrin-doktrin Nasrani yang telah merasuki pemikirannya,” ungkap keluarga terdekat Fitri, Minggu (14/6/2020).

Pasca rentenir asal Sumut itu membawa lari Fitri beserta dua anaknya yang masih berusia dibawah umur dan kemudian mengkristenisasikan mereka, orang tua dan pihak keluarga Fitri menjadi resah.

Bahkan ibu kandung  yang merupakan satu-satunya orang tua Fitri yang tersisa setelah sang ayah meninggal dunia beberapa tahun lalu, setiap hari menangis meratapi nasib anaknya dan tak tahu harus mengadu kemana. (jamil gade)