Suami di Aceh Tengah Buat Video Pura-pura Dibegal, Lantaran Takut Dimarahi Istri

Seorang suami di Aceh Tengah terpaksa berurusan dengan polisi gara-gara membuat video pura-pura dibegal karena takut dimarahi sang istri.
Video Pura-pura Dibegal
H, suami yang membuat video palsu kena begal menyampaikan permintaan maaf di Mapolres Aceh Tengah di Takengon, Senin (11/1/2021). Antara Aceh/HO

ACEHSATU.COM  | ACEH TENGAH – Seorang suami di Aceh Tengah terpaksa berurusan dengan polisi gara-gara membuat video pura-pura dibegal karena takut dimarahi sang istri.

Kapolres Aceh Tengah AKBP Mahmun Hari Sandy Sinurat melalui Kasatreskrim AKP Ahmad Arief Sanjaya di Takengon, Senin, mengatakan pria tersebut berinisial H (34), warga Kecamatan Pegasing, Aceh Tengah.

“H membuat video seolah dirinya kena begal. Ternyata aksinya itu hanyalah pura-pura karena takut dimarahi istri setelah sepeda motor miliknya ditarik pihak leasing,” kata AKP Ahmad Arief Sanjaya.

Video berdurasi 56 detik tersebut sempat viral di media sosial. Namun, setelah polisi memeriksanya, H mengaku video tersebut dibuatnya hanya untuk meyakinkan sang istri bahwa sepeda motor dibawa begal.

Padahal, kata AKP Ahmad Arief Sanjaya, sepeda motor mereka ditarik leasing karena tidak membayar cicilan kredit. Untuk menutupi sepeda motor ditarik, H membuat video palsu.

Video Pura-pura Dibegal
H, suami yang membuat video palsu kena begal menyampaikan permintaan maaf di Mapolres Aceh Tengah di Takengon, Senin (11/1/2021). Antara Aceh/HO

AKP Ahmad Arief Sanjaya menyebutkan dari pengakuannya, H membuat video dibantu temannya pada 9 Januari 2021. H menggores kepalanya sendiri dengan pecahan kaca seolah-olah baru dibegal.

“Video tersebut dibuat di kawasan Kampung Jejem, Kecamatan Pegasing, Aceh Tengah. H sempat berpura-pura hilang ingatan dan mengaku tidak mengenal keluarganya sendiri,” sebut Kasatreskrim.

Setelah perbuatannya ketahuan, H dibawa ke kantor polisi. H merekam video pengakuan sekaligus permintaan maaf kepada masyarakat karena telah membuat resah di Mapolres Aceh Tengah.

Dalam video tersebut H menyatakan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat, khususnya Aceh Tengah, bahwa kejadian tersebut sebenarnya tidak pernah terjadi

“Saya merekayasa kejadian karena sepeda motor saya sudah saya kembalikan ke pihak leasing karena saya tidak sanggup lagi membayar kredit,” kata H dalam videonya. (*)