Stafnya Jadi Tersangka Proyek Monumen Islam, Bupati Aceh Utara Surati Kemendikbudristek

Proyek Pembangunan Monumen Islam Samudera Pasai  dibangun secara bertahap oleh sejumlah perusahaan sejak tahuan 2017-tahuan 2017dengan total anggaran sekitar Rp 49 miliar.
proyek monumen islam
Proyek Pembangunan Monumen Islam Samudera Pasai, Kabupaten Aceh Utara/ kompas

ACEHSATU.COM [ ACEH UTARA Bupati Aceh Utara, Muhammad Thaib yang akrab disapa Cek Mad menyurati  ke Kebudayaan Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Jakarta terkait anak buahnya ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri Aceh Utara dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi proyek Pembangunan Monumen Islam Samudera Pasai, Kabupaten Aceh Utara.

Dalam kasus tersebut pihak Kejaksaan Aceh Utara menetapkan lima tersangka yakni Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) berinisial F, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) berinisial N, dan pengawas berinisial P, serta dua rekanan berinisial T dan R.

Kabag Humas Pemkab Aceh Utara, Hamdani kepada wartawan, Minggu (10/10/2021), membenarkan Bupati Aceh Utara menyurati Kemendikbudristek namun surat tersebut bersifat penyampaian informasi kondisi riil yang terjadi pada pembangunan bersumber dari APBN itu.

Proyek Pembangunan Monumen Islam Samudera Pasai  dibangun secara bertahap oleh sejumlah perusahaan sejak tahuan 2017-tahuan 2017dengan total anggaran sekitar Rp 49 miliar.

Pada awal pembangunan proyek tahun 2012, proyek tersebut itu dikerjakan PT PNM dengan besar anggaran Rp9,5 miliar, tahun beruikutnya tahuan 2013 proyek tersebut dikerjakan PT LY dengan anggaran Rp8,4 miliar. 

Kemudian tahuan ketiga tahun 2014, proyek monumen Islam Samudra Pasai dikerjakan PT PH dengan anggaran Rp4,7 miliar, dan pada tahun 2015 dikerjakan lagi oleh PT PNM dengan anggaran Rp11 miliar.

Selanjutn ya pada tahuan kelima, tahun 2016 proyek ini dikerjakan PT PH dengan anggaran Rp9,3 miliar, dan terakhir tahun 2017 dikerjakan oleh PT TAP dengan anggaran Rp5,9 miliar.

proyek monumen islam
Proyek Pembangunan Monumen Islam Samudera Pasai, Kabupaten Aceh Utara/ kompas

Karena anak buahnya dan dua rekanan ditetapkan sebagai tersangka, Bupati Aceh Utara, Muhammad Thaib menyurati Direktur Jenderal Kemendikbudristek memberitahukan bahwa staf yang bertugas di jajarannya ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejari Aceh Utara.

Dalam surat perihal laporan bernomor 430 dikeluarkan di Lhoksukon pada 6 Agustus 2021 lalu tersebut, ditandatangani langsung oleh Bupati Aceh Utara, Muhammad Thaib  melaporkan bahwa pembangunan Monumen Islam Samudera Pasai yang berlokasi di Kabupaten Aceh Utara dengan bantuan dana dari APBN-TP tahun 2012 sampai dengan 2017 telah dilaksanakan sesuai RAB dan sudah diaudit oleh Inspektorat Jenderal Kebudayaan setiap tahunnya kecuali tahun 2012 dikarenakan struktur tiang pancang sudah dibenamkan ke tanah. 

Untuk membuktikan pekerjaan 2012 itu ada, maka tim penelitian fisik BMN telah melakukan penelitian dan membuat berita acara fisik BMN dengan menyatakan bahwa item pekerjaan tahun 2012 telah dilaksanakan.

Saat ini pihak Kejaksaan Negeri Aceh Utara menetapkan staf kami (KPA, PPK) serta konsultan pengawas dan kontraktor tahun 2012 dan 2012 sebagai tersangka.

“Atas pemasalahan tersebut kami memohon arahan, petunjuk, dan pendampingan dari saudara untuk tindak lanjut. Agar permasalahan ini dapat diselesaikan dengan baik," tulis Bupati Aceh Utara dalam surat tersebut.(*)