Sosok Dosen Tersangka Teroris Ditangkap Densus 88 di Bengkulu

Salah satu tersangka teroris di Bengkulu berinisial R, yang ditangap Densus 88 Antiteror, adalah seorang dosen
Teroris Ditangkap Densus 88 di Bengkulu
Densus 88 mengamankan RH dan MH. Selain itu, Densus 88 juga membawa CA. Total ada 3 orang warga Bengkulu yang diamankan Densus 88 di tiga tempat berbeda.

ACEHSATU.COM | Bengkulu – Di tengah-tengah pandemi covid-19 ini, di kejutkan juga dengan informasi masalah teroris. Salah satu tersangka teroris di Bengkulu berinisial R, yang ditangap Densus 88 Antiteror, adalah seorang dosen. Tetangga R mengungkapkan sosok dosen tersangka teroris dimaksud.

“Saya kaget beliau dibawa Densus. Saya tidak tahu, namun sore pukul 17.00 WIB memang ada mobil barracuda parkir di dekat rumah WS,” kata Taufik, Kamis (10/2/2022).

Taufik mengatakan selama ini R memang sering berceramah di masjid. Menurutnya, tidak ada isi ceramah R yang melenceng dan mengajak pada aksi terorisme.

“Dia ceramahnya normal saja, tidak keras, tidak pernah mengajak untuk aksi teror. Dia murah senyum,” ucap Taufik.

Baca Juga: Polri Tangkap Tiga Tersangka Teroris Di Bengkulu
Baca Juga: Densus 88 Geledah Rumah dan Amankan Satu Orang Terduga Teroris

Taufik menjelaskan R juga tak hanya biasa ceramah di masjid. Menurutnya, R juga kerap memberikan ceramah bagi penghuni rehabilitasi pengguna narkoba.

“Jadi kami tidak melihat kalau selama ini RH mengarah pada perilaku seorang teroris,” tutup Taufik.

Sebelumnya, Densus 88 mengamankan RH dan MH. Selain itu, Densus 88 juga membawa CA. Total ada 3 orang warga Bengkulu yang diamankan Densus 88 di tiga tempat berbeda.

Densus 88 Antiteror Amankan Seorang Petani

Densus 88 Antiteror Polri juga mengamankan seorang warga desa Bajak 1, Kecamatan Taba Penanjung, Kabupaten Bengkulu Tengah. Warga yang berinisial MT itu diduga terlibat jaringan terorisme.
“Terduga keseharian sebagai petani. Terduga sering mengisi tausiah dan ceramah agama,” kata Kepala Desa (Kades) Bajak 1, Darsono kepada wartawan, (9/2/2022).

Dari informasi yang dihimpun, MT diamankan di depan Bank Bengkulu, Taba Penanjung. MT langsung dibawa ke Mapolda Bengkulu.

Setelah menangkap MT, Densus 88 menggeledah rumahnya. Darsono menyebut MT sudah 16 tahun tinggal di desanya.

“Terduga memang mengembangkan yayasan Rumah Duafa di wilayah Kecamatan Taba Penanjung dan merupakan pengurus TPQ di Desa Bajak 1,” tutup Darsono.

Belum ada penjelasan lebih lanjut dari kepolisian setempat mengenai penangkapan MT oleh Densus 88 Antiteror ini.