ACEHSATU.COM | BANDA ACEH — Khawatir terhadap tumbuh kembangnya paham radikalisme di tengah masyarakat, SOMADA (Solidaritas Mahasiswa dan Pemuda) Aceh Besar menggelar kegiatan seminar deradikalisasi di Banda Aceh, Kamis (27/6/2018).

Kegiatan yang mengangkat tema ”Membangun Sinergisitas Masyarakat Dalam Menangkal Paham Radikalisme dan Terorisme” menghadirkan empat pemateri yaitu Dr. Effendi Hasan,  Musannif Sanusi, Ustadz Masrul Aidi, LC dan Illiza Sa’aduddin Djamal, SE

Dr. Effendi hasan mengungkap bahwa beragam aksi dan tindakan radikalisme yang masih terdapat dalam kehidupan masyarakat kita telah merusak tatanan kehidupan sosial dan menimbulkan keresahan.

“Radikalisme dan terorisme merupakan virus berbahaya yang tidak boleh dibiarkan hidup di tengah kehidupan masyarakat” jelasnya.

Selanjutnya Ustadz Masrul Aidi, LC yang merupakan pimpinan Dayah Babul Maqfirah mengatakan, di Aceh radikalisme muncul dalam paham keagamaan yaitu dalam bentuk Aswaja dan Wahabi, meskipun demikian dalam ajaran Islam tidak memperkenankan perbuatan seperti itu.

“Di Aceh masih sering terjadinya tindakan-tindakan yang mengarah pada perbuatan radikal akibat saling tuding kesalahan dalam beribadah terutama pada perbuatan yang sunnah,” pungkasnya.

Sementara itu, Illiza Sa’aduddin Djamal, SE mengutarakan bahwa pentingnya kekompakan dari kita untuk saling menjaga berbagai kondisi internal lingkungan yang dapat membuka ruang bagi tumbuh kembangnya paham radikalisasme dan terorisme.

“Kondisi masyarakat yang dinamis sangat rentan disusupi oleh kelompok radikal untuk menyebarkan ajaran-ajaran yang bersifat radikal, oleh karena itu kita harus kompak dalam menutup peluang itu” ujarnya.

Anggota DPRA Musannif Sanusi yang turut hadir pada kegiatan itu mengajak seluruh elemen masyarakat harus selalu waspada terhadap paham dan gerakan  radikal.

“Masyarakat harus selalu berperan aktif dalam memerangi radikalisme dan terorisme,” pintanya.

Abdul Haris Piyeung, SPd selaku Ketua Umum DPP SOMADA ABES dalam kegiatan ini juga berharap agar masyarakat tidak terjebak dalam pengaruh paham radikalisme dan terorisme. (*)