Soenarko Dipanggil Bareskrim, Pengacara Duga Berkaitan dengan KAMI

Bareskrim Polri menjadwalkan pemanggilan Mayjen (Purn) Soenarko hari ini untuk dimintai keterangan terkait kasus kepemilikan senjata api ilegal pada Mei 2019 lalu.

ACEHSATU.COMBareskrim Polri menjadwalkan pemanggilan Mayjen (Purn) Soenarko hari ini untuk dimintai keterangan terkait kasus kepemilikan senjata api ilegal pada Mei 2019 lalu. Namun mantan Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus itu tak memenuhi panggilan.

Pengacara Soenarko, Fery Firman Nurwahyu mengatakan kliennya tidak kaget atas pemanggilan tersebut. Fery menduga pemanggilan Soenarko berkaitan dengan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI).

“Ya nggak kaget (dengan pemanggilan kembali), kan beliau misalkan, mungkin dikaitkan degan KAMI bisa aja kan dikaitkan dengan KAMI,” kata Fery di Mabes Polri, Jakarta Selatan, seperti dilansir detik.com, Jumat (16/10/2020).

Soenarko (Foto: Lamhot Aritonang)

Fery sendiri tidak mengetahui apakah Soenarko juga ikut mendeklarasikan KAMI atau tidak. Namun dia sudah menduga bahwa kliennya akan dipanggil polisi karena banyak aktivis KAMI yang sebelumnya sudah ditangkap.

“Mungkin besok Senin bisa ditanyakan beliau (Soenarko) untuk pastinya deklarator (KAMI) atau tidak. Tapi dari kejadian kemarin beberapa hari lalu kan banyak aktivis yang terlibat ditangkapi. Kita sudah menduga ini pasti sebentar lagi pak Narko (dipanggil),” ujarnya.

Untuk diketahui, Ketua Komite Eksekutif KAMI Ahmad Yani mengklaim mendapat dukungan dari purnawirawan TNI. Menurutnya, dukungan diberikan karena ada kesamaan visi-misi.

“Mereka pendek sekali pernyataannya purnawirawan itu. Menyatakan sikap politik mereka memberikan dukungan penuh karena memiliki kesamaan misi-visi dan kesamaan apa yang akan dibangun oleh Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia, jadi memberikan dukungan ke KAMI,” kata Ahmad Yani kepada wartawan, Rabu (30/9).

Ahmad Yani mengatakan pernyataan sikap itu disampaikan sejumlah purnawirawan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan. Pernyataan sikap disampaikan setelah para purnawirawan melakukan tabur bunga di makam pahlawan.

Acara tabur bunga diselenggarakan oleh massa Purnawirawan Pengawal Kedaulatan Negara (PPKN) yang dipimpin oleh Letjen (Purn) Marinir Soeharto. Selain Gatot, beberapa purnawirawan yang hadir dalam acara tersebut antara lain Letjen (Purn) Slamet Subianto, dan Mayjen (Purn) Soenarko. (*)