Soal Postingan Corona Konspirasi Dokter-Pemerintah Daerah, Ini Kata Diskominfo

ACEHSATU.COM – Dinas Kominfo Kabupaten Jepara angkat bicara soal postingan yang menyebut Corona adalah konspirasi dokter dengan pemerintah daerah. Postingan yang diunggah akun Facebook Arif N di grup MIK Jepara Official (Media Informasi Kota Jepara), dinyatakan oleh Diskominfo Jepara sebagai hoaks.

Foto: Tangkapan layar postingan hoaks tentang konspirasi dokter dan pemda soal Corona.

“Benar, itu hoaks,” kata Kepala Bidang Kominfo Jepara D. Wahyanto saat dimintai konfirmasi detikcom lewat pesan singkat kepada wartawan, Kamis (9/7/2020).

Pada postingan itu, akun FB Arif N menuliskan bahwa Corona bukan penyakit. Menurutnya Corona itu buatan dari seorang dokter sendiri, bahkan dalam narasinya Corona hanya sandiwara para dokter untuk mendapatkan keuntungan belaka.

“Corona iku ora penyakit, mosok penyakit kok Corona, iku sih gawa gawene dokter ae sandiwarane, lah bayarane mundak entok duit kok Pemda. Koyo dokter seng diinepno nok hotel dseson iku jara gawe karantina. Padahal kui doktere kudu piknik turu hotel jeh enok mangan, jek entok duit koh pemda. Ngomonge akeh sing positif tapi kui negatif kabeh.. dadi kue kue kabeh iki orak usah wedi iku gaweane dokter. Paham,” tulis akun tersebut yang diunggah pukul 07.30 WIB.

“(Corona itu bukan penyakit. Masak penyakit kok Corona, itu hanya buatan dokter saja. Hanya sandiwara, biar bayaran naik dapat uang dari Pemda. Seperti dokter yang menginap di hotel itu katanya karantina. Padahal itu dokternya hanya ingin piknik tidur di hotel masih dapat makan, dapat uang dari Pemda. Katanya banyak yang positif tapi itu negatif semua. Jadi semuanya ini tidak usah takut, itu buatannya dokter paham),”

Wahyanto melanjutkan, unggahan tersebut jelas tidak benar. Apalagi ada cuitan terkait dengan konspirasi dokter dengan pemerintah daerah.

“Itu kami pastikan tidak benar,” sambung dia.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Jepara dokter Triyono Teguh Widodo menambahkan unggahan itu menyesatkan. Sehingga bisa membuat warga abai akan protokol kesehatan dan dapat memperkeruh suasana di tengah pandemi virus Corona ini.

“Kita semua pasti tidak ingin wabah ini terjadi, dan optimistis bisa melewati ini. Meski ada rekan kami yang gugur mendahului demi mengupayakan pasien COVID-19. Kita hanya butuh dukungan warga tetap patuhi protokol kesehatan,” kata dokter Triyono saat dihubungi detikcom. (*)