Soal Mesin Cuci Darah di RSUZA Tak Difungsikan, DPRA Sebut Ada Oknum yang Bermain

Anggota Fraksi Partai Gerindra Asib Amin bersama rombongan Komisi V DPR Aceh saat kunjungan kerja di RSUZA Banda Aceh, Rabu (24/3/2021).

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Tidak difungsikannya alat kesehatan berupa mesin cuci darah atau Hemodialisis (HD) di Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA) menuai perhatian khusus anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Asib Amin.

Menurutnya, kondisi tersebut telah berdampak buruk terhadap upaya manajemen RSUZA memberikan pelayanan kesehatan yang prima kepada masyarakat.

Politisi Partai Gerindra itu juga mensinyalir keterlibatan oknum tertentu sehingga pemanfaatan alat kesehatan yang dibutuhkan pasien gangguan ginjal kronik tersebut tak kunjung terealisasi.

BACA JUGA: LAPORAN KHUSUS – Mengendus Kepentingan Oknum di Balik Alat Cuci Darah di RSUZA yang Terbengkalai

“Sudah dua tahun alatnya tersedia, tapi kenapa belum difungsikan juga? Saya menduga kondisi ini terjadi karena ada oknum ‘orang dalam’ yang bermain,” katanya kepada acehsatu.com, Rabu (31/3/2021).

Untuk diketahui, salah satu alat kesehatan yakni alat cuci darah atau yang disebut hemodialisis di RSUZA, dilaporkan telah teronggok alias tidak difungsikan meski sudah tersedia sejak dua tahun terakhir.

Hal ini diketahui saat kegiatan kunjungan kerja Komisi V DPRA ke Instalasi Gawat Darurat RSUZA pada Rabu (24/3/2021).

BACA JUGA: Kepala Instalasi Hemodialisa RSUZA Akui Tak Tahu Ada Alat Cuci Darah yang Tak Difungsikan

Manajemen RSUZA Diminta Bersikap

Asib Amin mendesak manajemen RSUZA segera bersikap dengan melakukan evaluasi dan pembenahan agar ketersediaan sumberdaya di rumah sakit milik pemerintah Aceh terebut dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi melayani kebutuhan warga.

“Bila ada oknum yang sengaja menghambat pelayanan kepada masyarakat hanya karena kepentingan pribadi, kami minta pemerintah Aceh, khususnya direktur RSUZA Banda aceh segera mengambil tindakan tegas dengan menertibkan oknum tersebut,” tegasnya.

Dia juga meminta manajemen RSUZA segera memfungsikan seluruh sumberdaya yang tersedia, termasuk mesin cuci darah sehingga dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

“Saya melihat tidak ada alasan logis membiarkan alat itu (mesin cuci darah) dibiarkan tak berfungsi, karena itu RSUZA harus segera menempuh kebijakan konkrit,” tandas Asib Amin. (*)

ARTIKEL LAINNYA: