oleh

Soal Dua Santri Diumumkan Positif Corona Setelah Sembuh, Ini Penjelasan Gugus Aceh

-Banda Aceh, Sport-426 views

Berdasarkan hasil rapid test, dia dinyatakan positif Corona

ACEHSATU.COM – Dua santri dari Pondok Pesantren (Ponpes) Alfatah Temboro, Magetan, Jawa Timur, asal Aceh Tamiang diumumkan positif Corona setelah keduanya sembuh. Gugus Tugas COVID-19 Aceh pun memberi penjelasan.

Kedua santri itu adalah MAH dan IJ. Pemeriksaan swab IJ yang diperiksa di laboratorium Balitbangkes Aceh di Siron, Aceh Besar, Aceh, keluar pada Senin (4/5). Dia tercatat sebagai pasien positif keempat dari klaster Magetan.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Aceh, Saifullah Abdulgani, menjelaskan IJ awalnya diperiksa dengan rapid test setelah tiba di kampung halamannya di Aceh Tamiang pada 23 April lalu. Berdasarkan hasil rapid test, dia dinyatakan positif Corona.

Pasien IJ kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Umum Aceh Tamiang untuk diambil swab tenggorokan dan cairan hidung. Sehari berselang, IJ dirujuk ke Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA) Banda Aceh pada 24 April untuk menjalani perawatan.

Setelah dirawat di sana, tim medis mengambil swab IJ dan hari berikutnya kembali diambil swab. Kedua swab yang diambil pihak RSUZA dikirim ke Balitbangkes untuk diperiksa.

“Pihak Balai Litbangkes Aceh ternyata menerima ketiga swab IJ itu pada hari yang sama dan langsung melakukan analisis dan diperoleh hasilnya pada Rabu, 29 April, menjelang Magrib,” kata Saifullah dalam keterangan kepada wartawan, Selasa (5/5/2020).

Menurutnya, hasil pemeriksaan swab IJ yang diambil tim medis RSUD Aceh Tamiang terkonfirmasi positif COVID-19. Sedangkan kedua sampel swab dari RSUZA menunjukkan hasil negatif.

Karena hasil berbeda, kata Saifullah, diputuskan uji konfirmasi dengan swab berikutnya. Pada 30 April, cairan tenggorokan dan hidung IJ diambil lagi dan diperiksa di Balai Litbangkes Aceh dengan sistem RT-PCR. Hasilnya diperoleh Senin (4/5), yaitu negatif Corona.

“Indikasi terpapar virus Corona itu ditunda publikasinya karena menunggu hasil uji swab untuk konfirmasi, dan hasilnya diperoleh sore tadi,” ujar Saifullah.

Saifullah mengatakan IJ sudah bebas virus Corona, tapi tetap dicatat sebagai kasus COVID-19 Aceh yang ke-13. Hal itu untuk konsistensi data epidemiologis pandemi Corona di Tanah Rencong.

MAH mengalami hal serupa. Swab tenggorokan pertama diambil oleh pihak Rumah Sakit Aceh Tamiang, sedangkan swab kedua dan ketiga diambil oleh tim medis RSUZA.

Hasil pemeriksaan swab kedua dan ketiga keluar pada Kamis (30/4) dan menunjukkan MAH negatif Corona. Namun pada Jumat (1/5), keluar lagi hasil laboratorium yang menyatakan MAH positif Corona.

“Hasil positif itu berdasarkan uji swab pertama yang terlambat dikirim oleh tim Gugus Tugas COVID-19 Aceh Tamiang. MAH diketahui sudah negatif COVID-19 berdasarkan laporan Balai Litbangkes Aceh tanggal 30 April,” jelas Saifullah.

Penjelasan Pemkab Aceh Tamiang

Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, Agusliayana Devita, mengatakan swab pasien tersebut diambil pada 23 April dan diantar ke Banda Aceh pada 25 April. Jarak Aceh Tamiang ke Banda Aceh, jelasnya, sekitar delapan jam perjalanan.

“Jadi baru masuk sampelnya ke Balitbangkes tanggal 26 April,” kata Devi.

Menurut Devi, pihaknya berencana hanya mengantar swab ke Banda Aceh. Namun setelah melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Aceh, pasien tersebut juga harus dibawa ke RSUZA.

“Makanya pasien diberangkatkan tanggal 24 April ke Banda Aceh langsung ke RSUZA,” ujar Devi.

Saat ini dua santri positif Corona di Aceh dinyatakan sembuh dan dua orang masih dirawat. Sementara satu santri yang positif lewat rapid test masih menunggu hasil pemeriksaan swab.

“Belum keluar (hasil swab-nya),” jelasnya. (*)

Indeks Berita