SMAN Unggul Pidie Jaya Butuh Sumur Bor

Sementara satu unit yang sudah ada tidak mencukupi karena jumlah anak didik yang mondok atau nginap di asrama lebih dari 200 orang pria dan wanita.
SMAN Unggul Pidie Jaya
Foto Kemedikbud.

SMAN Unggul Pidie Jaya Butuh Sumur Bor

ACEHSATU.COM | PIDIE JAYA – Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) Unggul Pidie Jaya kini membutuhkan satu unit lagi sumur bor.

Sementara satu unit yang sudah ada tidak mencukupi karena jumlah anak didik yang mondok atau nginap di asrama lebih dari 200 orang pria dan wanita.

“Kami butuh satu lagi sumur bor,” kata, Nurjannah SPd, Kepsek tersebut menjawab Acehsatu.com, Kamis (24/2/2021). 

Kendala terbatasnya air bersih untuk mandi, cuci dan kakus (MCK) bagi 207 orang dari 244 total siswa/i di lembaga pendidikan tersebut (lainnya mondok di asrama madrasah ummul quran (MUQ), kata Nurjannah, dirasakan sejak dua tahun terakhir.

Pasalnya, sumur bor yang dibangun 2017 lalu, airnya tidak mencukupi. Diduga, karena letak komplek asrama pria dan wanita berada diketinggian atau di perbukitan.

Untuk mengatasi kendala dimaksud, sekitar setahun silam, pihak sekolah sudah menggali satu buah kolam yang letaknya berdekatan dengan saluran air.

SMAN Unggul Pidie Jaya
Foto Kemedikbud.

Air yang disuplai ke kolam tersebut bersumber dari irigasi Blang Awe. Lalu air dari kolam itulah kemudian di suplai ke asrama.

Hanya saja, sewaktu-waktu terkendala dengan kondisi air yang keruh (berlumpur) saat musim hujan.. 

Belum lagi air yang disuplai ke kolam terkadang bercampur dengan kotoran ternak terutama sapi dan kerbau. Oleh sebab itu, kepsek sangat berharap perhatian sekaligus bantuan pemkab setempat.

“Kami sedang menyiapkan profosal untuk mengajukan permohonan ke instansi terkait,” imbuh Nurjannah.

Beberapa siswa SMAN Unggul Pidie Jaya yang ditanya terpisah dalam sepekan terakhir membenarkan ketidakcukupan air terutama ketika mandi pagi.

Karena airnya tak cukup, sehingga mereka terpaksa mencari alternatifnya masing-masing. Camat Meureudu, Jailani SE, MM juga membenarkan kondisi tersebut.

Pihaknya, lanjut Jailani, sudah mendengar langsung keluhan itu dari beberapa anak didik serta laporan kepsek, usai menjadi inspektur upacara (irup) pada apel, Senin (14/2/2021) di SMN Unggul.

Camat menyarankan pada pimpinan sekolah supaya segera membuat pemohonan terkait masalah tersebut. (*)