oleh

SMAN 2 Lhoknga Adakan Pelatihan Microsoft 365

ACEHSATU.COM – Dalam rangka menyukseskan program Belajar Dari Rumah (BDR) yang dilakukan oleh guru sebagai ganti pembelajaran secara tatap muka karena wabah Covid-19.

Sekolah SMA Negeri 2 Lhoknga Kabupaten Aceh Besar melaksanakan pelatihan pemanfaatan Microsoft 365 untuk memberikan pengetahuan kepada guru bagaimana menjalankan pembelajaran berbasis dalam jaringan (daring), Kamis, (16/07/2020).

Kegiatan ini diadakan oleh manajemen SMA Negeri 2 Lhoknga dengan menghadirkan 2 orang tutor untuk memberikan materi kepada semua guru yang ada di sekolah tersebut.

Kepala SMA Negeri 2 Lhoknga Ahlul Fikri, S.Pd.I.,M.Pd dalam sambutannya menyampaikan harapannya kepada semua peserta pelatihan untuk dapat mengikuti secara serius seluruh rangkaian pelatihan Microsoft 365.

Sehingga diharapkan kedepan semua guru sudah dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dari pelatihan ini.

“Kami tidak ingin kegiatan ini sia sia tanpa ada hasil yang maksimal.” ucap Ahlul Fikri dihadapan peserta.

Dua tutor yang memberikan pelatihan yaitu Azhari Akbar, S.Pd dan Ade Siti Ramlah, S.Pd merupakan Guru di SMA Negeri 1 Lhoknga.

Ahlul Fikri memberikan apresiasi atas kerjasama semua pihak atas terlaksananya kegiatan pelatihan pemanfaatan Microsoft 365.

Pelatihan ini sendiri termasuk dalam program pengembangan profesionalisme guru masa kini sesuai tuntutan zaman yang berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi.

Lebih lanjut Ahlul Fikri menambahkan, “kami memiliki sebuah obsesi untuk mencetak guru yang berkualitas dan berprestasi.”

“Sekolah ini memang kecil baik jumlah siswa maupun prestasi akademik tapi bagi kita ikhtiar itu kewajiban, usaha tidak akan pernah mengkhiati hasil akhir,” ujar Ahlul Fikri yang juga sebagai Ketua Umum Dewan Pengurus Wilayah Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (DPW AGPAII) Aceh.

Nafisah, S.Pd salah seorang peserta pelatihan menilai kegiatan ini sangat bermanfaat bagi guru untuk menjalankan pembelajaran berbasis daring.

Meskipun kenyataannya peserta didik masih memiliki kendala dalam menggunakan media TIK atau android.

“Namun untuk mengantisipasi hambatan tersebut kami melakukan perpaduan pembelajaran yaitu berbasis dalam jaringan (Daring) dan luar jaringan (Luring)” tutup Nafisah. (*)