SMAN 2 Bandardua Bagaikan “Hidup Segan Mati tak Mau”

Kehadiran SMAN2 Bandardua, Pidie Jaya di Gampong Blang Kuta- Ulee Gle sejak difungsikan tahun 2012 lalu hingga kini tampak tak ada perubahan sedikit pun.
SMAN 2 Bandardua
Sejak difungsikan 8 tahun lalu, hingga kini SMAN 2 Bandardua, Pijay tidak perubahan khusus bangunannya. Foto Abdullah Gani/ACEHSATU.com

ACEHSATUCOM | PIDIE JAYA – Kehadiran SMAN2 Bandardua, Pidie Jaya di Gampong Blang Kuta- Ulee Gle sejak difungsikan tahun 2012 lalu hingga kini tampak tak ada perubahan sedikit pun.

Selain terbatasnya sarana dan prasarana (saprad), tiga ruang kelas belajar (RKB) yang rusakan akibat gempa bumi Pijay akhir 2016 lalu hingga sekarang masih seperti sediakala alias belum ditangani.

Kepala SMA2 Bandardua, Muahammad salim SPd yang ditemui ACEHSATU Sabtu pekan lalu dengan nada prihatin memaparkan kondisi sekolah yang dipimpinnya.

Katanya, bahwa sekolah yang saat ini memiliki 106 orang anak didik dengan jumlah tenaga pengajar 41 orang (6 PNS dan 35 honorer), hanya memiliki enam RKB.

Sementara yang namanya ruang laboratorium apa pun bagaikan mimpi di siang bolong.

Belum lagi ruang perpustakaan.

Malah, lanjut kepsek kebutuhan yang dinilai sangat penting yaitu toilet pun sangat terbatas, itu pun sudah uzur dimakan usia.

Ditanya bagaimana jika keperluan mendesak, sambil tersenyum Muahammad Salim mengatakan, ya…anak didik terpaksa harus mencari alternatifnya masing-masing termasuk “lari” ke WC meunasah yang terletak tidak jauh dari sekolah.

Ruang kepala dan ruang guru menggunakan RKB, Itu pun diskat.

“Sedih memang, tapi itulah kenyataan kondisi sekolah kami yang berada jauh dari perkotaan,” timpal Muhammad Salim yang mengaku bertugas di SMAN2 Bandardua sejak 2020 lalu.

Kepsek menyebutkan, kondisi sekolah yang dinakhodainya, terkesan luput dari perhatian pemerintah provinsi khsusunya Dinas Pendidikan.

Sedihnya lagi, tambah Salim, tiga RKB yang mengalami kerusakan berat akibat gempa Pijay akhir Desember 2016 lalu masih seperti sediakala atau belum diperbaiki.

SMAN 2 Bandardua
Sejak difungsikan 8 tahun lalu, hingga kini SMAN 2 Bandardua, Pijay tidak perubahan khusus bangunannya. Foto Abdullah Gani/ACEHSATU.com

“Lihat itu ruang kelas yang rusak dindingnya retak akibat gempa Pijay lima tahun lalu belum tersentuh perbaikan. Komite SMAN2 Bandardua, Said Nasir yang dikonfirmasi Acehsatu.com membenarkan, sekolah tersebut memperihatinkan.

Pemprov (dalam hal ini Disdik) sepertinya membiarkan begitu saja, kata Nasir.

Amatan wartawan ACEHSATU, selain semua bangunan sudah usang juga komplek sekolah sepertinya tak terurus sama sekali. Jalan dalam komplek pun tak karuan serta sejumlah pepohonan sebagai pelindung yang sudah tua tanpa pemangkasan.

Seorang warga Blang Kuta yang ditanya terpisah menyangkut hal tersebut dengan senyum mengatakan, begitulah adanya tahun ke tahun. (*)