Skandal Mesum Dua Staf Gituan di Jok Mobil yang Bikin PBB Meledak

ACEHSATU.COM | SUBULUSSALAM – Skandal mesum yang terjadi di mobil berlogo PBB terungkap dan bikin geger. Kasus ini ‘meledak’ setelah sebuah video aksi seksual yang melibatkan sejumlah staf badan dunia itu sendiri.

Melansir detikcom, viral sebuah video yang menunjukkan kegiatan seksual di jok mobil berlogo Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Badan dunia itu dibuat gondok oleh aksi yang diduga dilakukan oleh stafnya tersebut.

Dalam video yang viral tampak dua pria staf PBB itu berada dalam mobil berlogo PBB yang diparkir di tepi jalan dekat pantai di Tel Aviv, Israel.

Seorang perempuan bergaun merah sedang dipangku salah seorang pria di jok belakang mobil, sembari menggerakkan tubuhnya seperti sedang melakukan kegiatan seks. Video ini berdurasi 18 detik.

Seperti dilansir The Times of Israel, Jumat (3/7/2020) seorang juru bicara PBB mengatakan bahwa Kantor Layanan Pengawasan Internal PBB “bergerak sangat cepat” dalam penyelidikan insiden tersebut.

“Kami terkejut dan sangat terganggu dengan apa yang dilihat di video,” kata Stephane Dujarric, juru bicara Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres.

“Perilaku yang terlihat di dalamnya menjijikkan dan bertentangan dengan semua yang kami perjuangkan dan telah bekerja untuk mencapainya dalam hal memerangi pelanggaran oleh staf PBB,” lanjutnya.

Dia mengatakan pihaknya sedang melakukan investigasi, sehingga bisa cepat mengambil tindakan sesegera mungkin.

“Kami berharap proses ini dapat disimpulkan dengan sangat cepat dan berniat untuk segera mengambil tindakan yang sesuai,” katanya.

PBB mengetahui video tersebut awal pekan ini dan tahu di mana video itu dibuat, kata Dujarric.

PBB mengatakan penumpang kendaraan diyakini sebagai staf dari Organisasi Pengawasan Gencatan Senjata PBB (UNTSO), pasukan penjaga perdamaian yang didirikan pada tahun 1948 dan berpusat di Yerusalem.

PBB memberlakukan peraturan ketat yang melarang pelanggaran seksual oleh staf dan telah dikecam karena pelanggaran dalam beberapa tahun terakhir.

Sementara itu, seperti dilansir BBC, Jumat (3/7) keduanya, menurut PBB, telah diskors tanpa mendapat gaji sampai investigasi atas insiden itu benar-benar rampung.

Kepada BBC, Dujarric mengatakan bahwa tindakan skors terhadap kedua pria itu patut dilakukan “mengingat betapa seriusnya tuduhan gagal menerapkan standar perilaku pegawai sipil internasional”.

“UNTSO kembali melakoni rangkaian aksi peningkatan kesadaran untuk mengingatkan para personel mengenai kewajiban mereka pada Tatanan Perilaku PBB,” kata Dujarric.

Staf PBB terancam diberikan sanksi jika mereka kedapatan melanggar aturan perilaku. Mereka bisa direpatriasi ke negaranya atau dilarang mengikuti operasi penjagaan perdamaian PBB. Namun, menjadi tanggung jawab negara asal mereka untuk menempuh langkah hukum lanjutan.

PBB mendapat sorotan selama beberapa tahun terakhir terkait tuduhan pelanggaran aturan soal seks yang dilakukan penjaga perdamaian dan staf lainnya.

Pada 2019, ada 175 tuduhan eksploitasi dan pelecehan seks terhadap sejumlah staf PBB, menurut sebuah laporan.

Dari semua tuduhan itu, 16 punya bukti kuat, 15 tidak ada bukti, dan lainnya sedang diinvestigasi. (*)