Simpang Mulia Juli Butuh Jembatan dan Jalan Tembus Paya Cut

Masyarakat pedalaman Kecamatan Juli, yang menetap di Simpang Mulia, sangat membutuhkan pembangunan satu unit jembatan beton.
Warga melewati jembatan darurat dilokasi rawan longsor, di Desa Simpang Mulia, Kecamatan Juli, Bireuen, Minggu (27/09/2020) pagi. Foto : Rahmat Hidayat/ACEHSATU.COM.

ACEHSATU.COM | BIREUEN – Masyarakat pedalaman Kecamatan Juli, yang menetap di Simpang Mulia, sangat membutuhkan pembangunan satu unit jembatan beton.

Tujuannya agar melancarkan akses jalan dilintasi sehari-hari dan menjual ragam komoditi pertanian dipanen dikebun untuk dijual ke kecamatan Juli dan pasar Kota Bireuen.

Amatan dan keterangan diperoleh AcehSatu.Com, Minggu (27/09/2020) pagi saat ke desa diapit pegunungan dan lereng tepi jurang kebun produktif milik masyarakat tersebut.

Karena itu, dibutuhkan 5 Km jalan aspal tembus ke Paya Cut dan jembatan beton ukuran 8 meter dijalan utama di Dusun Kaye Unoe.

Harapan itu dikatakan Keuchik Simpang Mulia, Nazaruddin ditemui awak media ini, dan dijelaskan, untuk mengatasi sering longsor badan jalan ekses hujan di Dusun Kaye Unoe itu dan 12 Mei 2020 lalu, dipasang jembatan darurat batang kelapa dibiayai dana desa, agar tidak menghambat petani memasarkan hasil panennya.

Namun, beberapa waktu lalu jembatan itu rusak akibat tergeser dan baru-baru ini diperbaiki lagi dengan dana desa, harus dipasang batu gajah, supaya air dapat mengalir lalu dipasang jembatan batang kelapa 8 meter dan ditimbun tanah.

Kami harap Pemkab Bireuen membangun jembatan beton dilokasi, supaya lebih lancar dilalui masyarakat memasarkan hasil panen pisang, jagung dan komoditi lainnya, lewat jalan ke arah Paya Cut Juli kondisi jalan juga masih tanah bebatuan.

Masyarakat juga berharap agar dibangun jalan aspal sepanjang sekitar 5 Km sampai jalan aspal di Paya Cut, sebab hasil panen tidak bisa dibawa dari jalan Simpang Mulia tembus Simpang Jaya karena keseberang masih jembatan gantung kondisi sempit.

“Kalau jalan Simpang Mulia ke Paya Cut ini sudah dibangun jalan aspal, selain telah melancarkan akses masyarakat kami, juga petani dari Cot Peupok juga manfaatkan jalan ini untuk memasarkan hasil panen untuk dijual,” sebutnya. (*)