Siluman Baru COVID-19 di RI Terdeteksi 252 Kasus, Berikut Gejala BA.2

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) merilis subvarian BA.2 Omicron yang disebut juga ‘Siluman Baru COVID-19’.
Siluman Baru COVID-19
ILUSTRASI - Simeulue Zero Penambahan Kasus COVID-19. | Foto: Getty Images/iStockphoto/DMEPhotography via detik.com

ACEHSATU.COM | JAKARTA – Siluman Baru COVID-19 di RI Terdeteksi 252 Kasus, Berikut Gejala BA.2.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) merilis subvarian BA.2 Omicron yang disebut juga ‘Siluman Baru COVID-19’. Jumlah varian BA.2 terdeteksi mencapai 252 kasus.

Dilansir dari detik.com, subvarian Omicron BA.2 yang kerap dijuluki ‘Siluman Omicron’ disebut memiiki dua gejala baru, berbeda dengan strain aslinya.

BACA JUGA: Banyak Negara Sudah ‘Move On dari COVID-19’, RI Kapan? Luhut Binsar Sebut Begini

Menurut laporan Krem 2 News, dua gejala COVID-19 baru subvarian Omicron BA.2 tersebut adalah pusing dan kelelahan.

Ahli kesehatan dari Spokane Regional Health District (SRHD) Health Francisco, Velazquez, meyakini gejala subvarian Omicron BA.2 kerap datang bersamaan dengan beberapa keluhan pasien Omicron pada umumnya seperti bersin, batuk dan sakit tenggorokan, serta pilek.

“Waspada jika merasa pusing dan kelelahan. Infeksi sebelumnya dari varian Omicron (BA.1) juga tidak memberikan kekebalan untuk varian BA.2,” terangnya, sambil menekankan perlunya vaksinasi booster, demi mencegah risiko rawat inap hingga kematian.

BA.2 dikenal sebagai varian ‘Siluman’ lantaran memiliki kemampuan lebih mudah menular daripada varian aslinya, dikhawatirkan memicu gejala COVID-19 lebih parah. Subvarian BA.2 Omicron juga belakangan mulai mendominasi di banyak negara, menyusul jumlah kasus strain awal, termasuk baru-baru ini di Inggris.

Sementara di Indonesia, subvarian BA.2 Omicron baru bisa terdeteksi hingga 200 kasus. Namun, Kementerian Kesehatan RI menekankan kasus COVID-19 saat ini masih didominasi BA.1.

BACA JUGA: Pria Aceh Utara Tembak Kepala Eks GAM Hingga Tewas, Diduga Bermotif Dendam

“Sebenarnya kita sudah mendeteksi varian BA.2 itu. Kalau kita liat jumlah varian BA.2 itu yang baru kita bisa deteksi adalah 252 varian BA.2,” kata Sekretaris Ditjen Kesehatan Masyarakat Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi dalam konferensi pers daring, Senin (1/3/2022).

“Memang dikatakan BA.2 ini terutama adalah dia lebih cepat menular dan juga meningkatkan tingkat keparahan. Tapi dari pola yang ada hingga saat ini memang tak hanya di Indonesia tapi di dunia 90 persen itu Omicron didominasi BA.1. Tentunya kembali kewaspadaan kita,” terang dr Nadia. (*)