Sikula Nusa, Cara Gampong Nusa Aceh Besar Wariskan Keunebah Indatu ke Penerus

"Seluruh area gampong Nusa akan menjadi gudang ilmu dan alam pedesaan menjadi laboratorium terbesar untuk Sikula Nusa,"
keunebah indatu
Siswa Sikula Nusa belajar membuat kreasi layang-layang dari bambu.(14/8/2022). (ANTARA/Nurul Hasanah)

ACEHSATU.COM | Banda Aceh – Sikula Nusa, Cara Gampong Nusa Aceh Besar wariskan keunebah indatu ke penerus.

Menggagas Sikula Nusa sebagai media pembelajaran keunebah indatu dan bermain anak-anak gampong Nusa.

Desa wisata Gampong Nusa tahun lalu meraih juara 1 Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) kategori Homestay.

Rektor Sikula Nusa, M. Khaidir di Nusa, Aceh Besar, Minggu mengatakan gagasan berdirinya Sikula Nusa tersebut dilatarbelakangi berbagai permasalahan di gampong.

Salah satunya tergerusnya pengetahuan kearifan lokal di lingkungan anak-anak dan minimnya kesadaran wisata berbasis Gampong di kalangan masyarakat khususnya anak-anak. 

“Selama ini belum ada satu wadah yang dapat mengumpulkan anak-anak untuk diarahkan dan diberi edukasi sehingga kita dirikan Sikula Nusa ini sebagai wadah edukasi,” kata M. Khaidir. 

M. Khaidir juga menjelaskan bahwa Sikula Nusa akan berlangsung selama tiga bulan setiap hari Minggu pagi pukul 08.00-11.30 WIB di seluruh wilayah Gampong Nusa dan akan ditutup pada perhelatan Nusa Festival 2022.

Di setiap minggu pertemuan dalam kegiatan Sikula Nusa, anak-anak diajak berkreasi, bermain, dan belajar bersama oleh pemuda-pemudi Gampong Nusa terkait pengetahuan lokal serta penggunaan bahasa Aceh di dalam kegiatan sikula. 

“Mereka juga diarahkan untuk belajar mengkreasikan kerajinan-kerajinan dari bahan lokal, seperti daun pohon kelapa dan bambu,” katanya. 

Khaidir menambahkan bahwa kurikulum Sikula ini disusun berdasarkan kebutuhan bersama yang akan berkembang di setiap pertemuan.

Misalnya materi pertemuan kedua adalah keunebah indatu dengan fokus pada anyaman dari daun kelapa, sedangkan pada pertemuan berikutnya dapat berkembang lagi sehingga apapun aktivitas anak-anak menjadi aktivitas belajar dalam kurikulum Sikula Nusa.

Lanjutnya, dalam teknis kegiatan nantinya, anak-anak Gampong Nusa juga akan dibekali wisata berbasis gampong sehingga mereka mempunyai kepedulian yang tinggi terhadap peran membangun gampong. 

Sekolah ini, kata M. Khaidir, mengusung konsep sekolah ruang terbuka yang berarti ruang kelas tempat belajar, berbagi pengetahuan, dan pengalaman Sikula Nusa berada di setiap sudut-sudut dan ruas di Gampong Nusa seperti halaman rumah, sungai, sawah, kebun, bukit dan lainnya.

“Seluruh area gampong Nusa akan menjadi gudang ilmu dan alam pedesaan menjadi laboratorium terbesar untuk Sikula Nusa,” kata M. Khaidir.

Gagasan berdiri dan konsep yang diusung dalam Sikula Nusa ini juga disenangi siswa sekolah Nusa yang sekarang ini berjumlah kurang lebih 130 anak. 

“Kami senang kalau sudah hari Minggu karena ada Sikula Nusa. Di sini, kami bisa belajar apapun yang kami suka,” kata salah satu siswa Sikula Nusa, Fizatun Karmila.