Edukasi

Siapa yang Sering Galau? Galau itu Produktif Lho!

Kata “galau” sangat akrab di telinga kaum anak muda, terutama ketika mereka sedang merasakan patah hati atau kecewa, kesulitan menyelesaikan tugasnya hingga berbagai masalah kehidupan yang menimpa mereka.

Ilustrasi | Galau

ACEHSATU.COM | JAKARTA – “Siapa yang di sini sering galau? wah nggak ada yang tunjuk tangan, jangan malu atau takut untuk galau. Galaunya anak muda itu produktif, karena dari proses galau itu banyak hal yang bisa dijadikan inspirasi,” tutur Sujiwo saat dalam sebuah seminar Esgul Welcoming Days beberapa waktu yang lalu di Jakarta.

Kata “galau” sangat akrab di telinga kaum anak muda, terutama ketika mereka sedang merasakan patah hati atau kecewa, kesulitan menyelesaikan tugasnya hingga berbagai masalah kehidupan yang menimpa mereka.

Budayawan kondang Indonesia Sujiwo Tejo mempunyai perspektif yang berbeda mengenai definisi galau di kalangan anak muda. Menurutnya galau tidak melulu soal meratapi sesuatu namun bisa dijadikan sebagai pembangkit semangat untuk melakukan hal yang lebih produktif.

Dia pun menjelaskan produktivitas yang didapatkan oleh anak muda ketika galau bisa dilampiaskan dengan hal lain seperti membuat karya lagu, buku atau puisi. “Saat anak muda galau instingnya sangat sensitif, sehingga sangat sayang jika kegalauan pada anak muda disia-siakan begitu saja. Kalau zaman aku dulu, orang tua membuat sebuah karya seperti lagu itu ketika mereka merasakan keresahan dalam diri mereka makanya saat ini anak muda yang sedang galau atau resah harus bisa memanfaatkan,” tuturnya.

Untuk itu mantan wartawan ini menyarankan bagi mahasiswa yang galau terutama di bidang percintaan harus dengan jeli melihat celah dalam menghasilkan karya. Karya saat resah ketika patah hati itu akan menghasilkan masterpeace yang luar biasa.

“Saya saja dalam menghasilkan karya ketika galau atau resah akan menemukan inspirasi. Seperti saat galau atau resah saya menemukan kata-kata seperti ini “Menikah itu nasib, mencintai itu takdir. Kamu bisa berencana menikahi siapa, tapi tak bisa kau rencanakan cintamu untuk siapa”. Ini kan kata-kata yang dibuat saat sedang resah, indah berwarna dan mendalam,” tuturnya.

Pria yang juga dalang ini pun berharap mahasiswa Esa Unggul tidak terjerumus dalam kegalauan yang negatif, dalam artian melampiaskan ke hal-hal negatif yang dapat merugikan diri sendiri dan masa depan.

“Jangan sampai kalian galau malah menjerumuskan kepada hal-hal yang negatif, seperti narkoba atau pergaulan bebas. Galau itu bukan menjadikan alasan bagi kalian untuk masuk ke lingkaran hitam karena banyak hal terkait masa depan yang bisa kalian raih,” ucap Sujiwo.

Selain memberikan seminar mengenai kebudayaan Indonesia, Sujiwo Tejo juga memberikan persembahan melalui karyanya yakni lagu Ingsun bersama grup.

Sumber: cnnindonesia.com

To Top