Uncategorized

Siapa Kelompok Bersenjata Etnik Karen?

Laporan Riswan Haris

ACEHSATU.COM, BANDA ACEH – Memasuki tahun keempat transisi di Myanmar ada banyak perubahan yang sudah dan masih terjadi di bawah pemerintah baru yang dipimpin oleh mantan Jenderal Thein Sein. Sebelum menjadi Presiden, beliau mengumumkan bahwa pemerintahannya akan mengubah dan memperbaiki sector sosial, ekonomi dan sosial.

Tentara Pemberontak Myanmar. (REUTERS)

Tentara Pemberontak Myanmar. (REUTERS)

Kelompok bersenjata etnik Karen adalah salah satu kelompok yang ikut menandatangani suatu perjanjian gencatan senjata untuk seluruh negeri (National Ceasefire Agreement -NCA) pada bulan Oktober 2015.

Delapan organisasi etnik bersenjata (Ethnic Armed Organizations, EAOs) ikut menandatangani NCA. Setelah dua tahun percakapan damai dimulai oleh pemerintah baru, strategi negosiasi dari dua pihak menjadi lebih matang.

Saat ini, semua upaya bertujuan untuk menjalankan dan melaksanakan kerangka untuk dialog politik (Framework for Political Dialogue) bersamaan dengan Negara Myanmar yang sedang dalam proses perubahan pemerintah yang dipimpin oleh pemimpin National League of Democracy(NLD) Daw Aung San Syu Kyi.

Salah satu komponen sangat penting agenda perbaikan politik adalah memulai pembicaraan damai dengan berbagai kelompok bersenjata etnik. Mereka telah memperjuangkan pemerintah pusat Myanmar sejak kemerdekaan tahun 1948 untuk kesetaraan, penentuan nasibnya sendiri dan bentuk pemerintahan serikat yang benar.

Dialog perdamaian dengan kelompok bersenjata etnik yang dimulai sejak tahun 2011, pemerintah Myanmar telah menandatangani perjanjian gencatan senjata bilateral dengan 14 dari 17 kelompok bersenjata utama.(*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top