Hukum

Setubuhi Anak di Bawah Umur, Pria Aceh Tamiang Ditangkap Polisi

Tersangka akan dikenakan Pasal 81 ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2014 Tentang perubahan atas UU RI No. 35 Tahun 2002 Tentang Perlindungan anak.

ACEHSATU.COM | ACEH TAMIANG – Warga Kecamatan Sekerak, Aceh Tamiang berinisial MI (‎29) diringkus Polisi Sektor Seruway, kemarin di sebuah panglong batu bata di Kecamatan Seruway kabupaten setempat. Kamis (26/4/2018)

MI diringkus pihak penegak hukum karena telah melakukan tindak pidana persetubuhan terhadap anak dibawah umur, sebut saja namanya Bunga (14), warga Kecamatan Seruway.

Kapolres Aceh Tamiang AKBP Zulhir Destrian SIK melalui Kapolsek Seruway Ipda Muhammad ‎Rizal.

M. Rizal menjelaskan, ‎tindak pidana persetubuhan tersebut terjadi bermula pada awal April 2018 lalu sekitar pukul 20.00 WIB. Waktu itu korban dihubungi oleh tersangka diminta untuk datang ke panglong batu bata.

Karena status berpacaran, korban menuruti permintaan tersangka untuk datang ke panglong. Setelah tiba di panglong, korban dirayu untuk mau melakukan hubungan badan dengan iming-iming korban akan menikahi. Korbanpun akhirnya menuruti rayuan tersangka.

“Berselang beberapa hari setelah kejadian, tersangka kembali meminta korban kembali melayaninya hingga berlangsung sampai lima kali,” kata M. Rizal

Namun pada Kamis (26/4) setelah melakukan hubungan intim yang kelima kali, ‎tersangka baru mengaku bahwa ia sudah memiliki istri.

“Tak terima dengan pengakuan tersangka yang sebelumnya mengaku lajang, akhirnya korban melaporkan kejadian tersebut kepada salah seorang saudaranya,” kata M. Rizal

Oleh saudaranya itu, tambah M. Rizal, korban disarankan untuk melapor kepada orang tuannya. Namun karena takut, korban tidak berani melaporkan kejadian yang menimpanya kepada orang tua.

“Karena korban takut, kejadian tersebut akhirnya dilaporkan oleh saudaranya kepada orang tua korban yang selanjutnya orang tua korban melaporkan kepada Polsek Seruway,” ujar Ipda M. Rizal

Mendapat laporan tersebut, Satuan Reskrim Polsek Seruway langsung melakukan penangkapan terhadap tersangka.

Untuk mempertanggungjawabkan ‎perbuatannya, kata M. Rizal, tersangka akan dikenakan Pasal 81 ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2014 Tentang perubahan atas UU RI No. 35 Tahun 2002 Tentang Perlindungan anak.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top