Setelah Diputuskan untuk Menampung Pengungsi Rohingya, TNI AL Lakukan Evakuasi

Pemerintah Indonesia pada Rabu, 29/12 kemeren memutuskan, atas nama kemanusiaan, akan menampung pengungsi Rohingya yang terapung-apung di atas sebuah kapal di lautan dekat Kabupaten Bireuen,
mengevakuasi pengungsi Rohingya yang terombang-ambing diatas kapal kayu

ACEHSATU.COM | Bireuen,- TNI Angkatan Laut (AL) akhirnya mengevakuasi pengungsi Rohingya yang terombang-ambing dengan kapal kayu sekitar 50 mil dari laut lepas pantai Bireuen.

Evakuasi dilakukan menggunakan Kapal Republik Indonesia (KRI) Parang-647 yang merupakan unsur Satuan Kapal Cepat (Satkat) Koarmada I, BKO Guskamla Koarmada I, demikian keterangan dikutip disitus Komando Armada (Koarmada) seperti dirilis Detik.com pada Jumat (31/12/2021).

Evakuasi dilakukan pada Kamis (30/12) kemarin, sebelumnya diketahui, kapal pengungsi Rohingya pencari suaka tersebut mengalami kerusakan mesin sehingga terombang ambing ke perairan indnesia.

Karena kekurangan makanan, pada Rabu (29/12) kapal TNI AL Kal Bireuen unsur Lanal Lhokseumawe telah memberikan dukungan berupa bahan makanan kepada para pengungsi yang didominasi perempuan dan anak-anak.

Sebelum dilakukan evakuasi, Pemerintah telah memutuskan untuk menampung pengungsi Rohingya yang terombang-ambing di perairan Bireuen. Keputusan tersebut diambil atas dasar kemanusiaan dan kondisi darurat pengungsi di atas kapal.

“Pemerintah Indonesia pada Rabu, 29/12 kemeren memutuskan, atas nama kemanusiaan, akan menampung pengungsi Rohingya yang terapung-apung di atas sebuah kapal di lautan dekat Kabupaten Bireuen,” demikian kata Deputi Bidang Koordinasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat Kemenko Polhukam Irjen Armed Wijaya melalui keterangan tertulis, Rabu (29/12).

Armed Wijaya melanjutkan, keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan kondisi darurat yang dialami pengungsi di atas kapal.

“Dari hasil pengamatannya, penumpang kapal didominasi perempuan dan anak-anak belum diketahui secara pasti berapa jumlah total penumpang kapal.

Armed menyampaikan kapal pengungsi rohingnya akan ditarik ke daratan. Saat ini sebutnya, posisi kapal berada sekitar 50 mil dari laut lepas pantai Bireuen.