Sesuai Tausyiah Ulama, Salat Idul Adha Terapkan Protokol Kesehatan

Pelaksanaan salat hari raya Idul Adha 1442 Hijriah di Aceh menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan tausiah Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Nomor 5 Tahun 2021. Pemerintah Aceh) menjadikan Tausiah MPU ini sebagai rujukan protokol kesehatan dalam pelaksanaan shalat hari raya Idul Adha dan ibadah kurban.
salat
Ilutrasi : salat menerapkan protokol kesehatan

ACEHSATU.COM [ BANDA ACEH – Pelaksanaan salat hari raya Idul Adha 1442 Hijriah di Aceh menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan tausiah Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Nomor 5 Tahun 2021. Pemerintah Aceh) menjadikan Tausiah MPU ini sebagai rujukan protokol kesehatan dalam pelaksanaan shalat hari raya Idul Adha dan ibadah kurban.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani kepada wartawan, Selasa (13/7/2021) mengatakan, rujukan protokol kesehatan untuk pencegahan, pengendalian, dan memutuskan rantai penularan Covid-19 saat ibadah Idul Adha dan kurban perlu disampaikan supaya tidak menjadi polemik di tengah masyarakat.

“Prokes shalat hari raya Idul Adha dan kurban berdasarkan ketetapan tausiah MPU yang dituangkan dalam Surat Edaran Gubernur Aceh Nomor 440/12216 tertanggal 9 Juli 2021 dalam bentuk ketentuan teknis penerapan protokol kesehatan dalam shalat hari raya Idul Adha dan kurban 1442 Hijriah,” ujar SAG sapaan akrab Syaifullah.

Tausiah MPU

Dijelaskan, tausiah MPU Aceh memuat enam ketetapan pelaksanaan ibadah Idul Adha, penyembelihan hewan kurban dan kegiatan keagamaan lainnya. 

Pertama, kata Saifullah, setiap komponen masyarakat diminta untuk menyambut hari raya Idul Adha dengan melaksanakan ibadah shalat Id dan penyembelihan kurban sebagai wujud rasa syukur dan kepedulian terhadap sesama. 

Kedua, diminta kepada pengurus masjid dan tempat shalat Id lainnya untuk mengatur pelaksanaan shalat dan khutbah secara padat dan singkat serta memperhatikan protokol kesehatan.

“Ketiga, panitia penyembelihan hewan kurban diminta menyesuaikan jumlah personelnya, menambah jumlah tempat penyembelihan dan membagi waktu penyembelihan menjadi dua sampai empat hari,” ujar pria yang akrab disapa SAG itu. 

Selanjutnya, masyarakat juga diminta mengumandangkan takbir di masjid, tempat ibadah dan tempat kediaman masing-masing dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Lalu, masyarakat yang melaksanakan ziarah, silaturrahim serta kegiatan lainnya agar memperhatikan ketentuan syariat dan protokol kesehatan. 

“Terakhir, pemerintah diminta memfasilitasi pelaksanaan prokes dalam menjalankan ibadah Idul Adha, kurban dan kegiatan keagamaan lainnya, sehingga dapat terlaksana sesuai dengan ketentuan syariat dan terhindar dari potensi penularan Covid-19,” ujar SAG lagi. 

Jubir Satgas Covid Aceh ini  mengajak warga mengindahkan ketetapan Tausiah MPU Aceh dalam menunaikan ibadah Idul Adha dan ibadah kurban sesuai prokes sebagai bentuk ikhtiar kita bersama dalam melindungi diri, keluarga, dan masyarakat, dari ancaman Covid-19 saat ini (*)