Hukum

Serobot Tanah Negara, Direksi PT Delima Makmur Jadi Tersangka, Mahasiswa Apresiasi Polda Aceh

Puluhan Mahasiswa Aceh Singkil yang berada di Banda Aceh yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Aceh Singkil melakukan aksi unjuk rasa di Markas Polda Aceh, Kamis (6/12/2018).

FOTO | IST

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Puluhan Mahasiswa Aceh Singkil yang berada di Banda Aceh yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Aceh Singkil melakukan aksi unjuk rasa di Markas Polda Aceh, Kamis (6/12/2018).

Safrizal Bako dalam orasinya menyatakan dukungan dan apresiasi kepada Polda Aceh, karena sudah menetapkan tiga tersangka yakni,  jajaran direksi PT Delima Makmur atas nama Albert Purba, Meinarko dan Joefly.

Penetapan beberapa tersangka itu sebagai suatu langkah awal yang baik untuk masyarakat Aceh Singkil, karena sudah sekian tahun tanah negara diserobot dan diperkosa oleh pihak perusahaan tersebut.

BACA: Sengketa Lahan Cot Mee, Warga Tolak Pembayaran Ganti Rugi dari PT Fajar Baizury, Tuntut Tanah Dikembalikan

“Apresiasi sekali lagi kami ucapkan kepada Polda Aceh, karena selain menetapkan beberapa tersangka juga Polda Aceh menyita lahan perkebunan milik PT Delima Makmur di Aceh Singkil,” kata Safrizal.

Sebelumnya, lahan seluas 2.576 hektare dikeluarkan oleh Negeri (PN) Nomor 147/pen.Pid/2018/PN skl di Singkil yang ditandatangani oleh Wakil Ketua PN Singkil, Asrarudin Anwar.

“Kami meminta kepada Kapolda Aceh agar mengungkap seluruh oknum-oknum yang terlibat dalam permasalahan tersebut, karena banyak indikasi permainan di balik tanah 2.576 Ha tersebut. Segera kita minta untuk diperiksa,” katanya.

BACA: Kelompok Tani Demo Pemkab Singkil Tuntut Pembebasan Lahan

Bukan hanya itu, permasalahan pembuangan limbah ke sungai oleh PT Socfindo sampai sejauh ini belum ada kejelasan dan terkesan ada pembiaran.

Sehingga tingkat sampel limbah yang di bawa ke laboratorium Medan sampai sekarang juga belum keluar, padahal Plt Bapeldalda menyampaikan beberapa bulan lalu segera diurus supaya cepat diketahui hasil laboratorium tersebut.

“Ini  tak jauh beda dengan nyanyian sebelum tidur,” teriak mahasiswa.

Padahal masyarakat Aceh Singkil sudah mengetahui semua sungai itu sudah dicemari dan masyarakat minta Kepada penegak hukum dan pemerintah daerah supaya PT Socfindo bertanggung jawab.

BACA: Bupati Ancam Usir Perusahaan Perkebunan dari Aceh Timur

Aksi tersebut disambut oleh Sulaiman selaku staf di Humas Polda Aceh.

Sulaiman menyampaikan akan diselesaikan permasalahan ini hingga tuntas dan akan dipublikasi perkembangan masalah ini.

Humas polda itu juga menyampaikan akan menindaklanjuti permasalahan yang dilakukan oleh PT Socfindo itu dan harus bertanggung jawab kalau terbukti bersalah.

Usai menyampaikan tanggapannya, para demonstran pun menutup dan membubarkan diri dengan tertib. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top