Seratusan Warga Blokir Jalan Masuk Proyek Irigasi Alue Gurutut

Seratusan Warga Blokir Jalan Masuk Proyek Irigasi Alue Gurutut

ACEHSATU.COM | BIREUEN – Seratusan warga dari dua desa di Kecamatan Makmur, Bireuen, terdiri dari Desa Batee Dabai dan Alue Dua, memblokir jalan menuju pengerjaan proyek Irigasi Alue Gurutut pada Senin 27 April 2020 malam.

Pemblokiran jalan tersebut diduga, karena warga dari dua desa kecewa terhadap rencana pembangunan yang dilakukan tidak sesuai dengan perencanaan awal.

Dimana perencanaan sebelumnya, saluran irigasi tersebut mengairi sawah desa Batee Dabai dan Alue Dua.

“Pemblokiran jalan menuju proyek Irigasi Alue Gurutut dilakukan, karena warga kecewa atas rencana pembangunan yang tidak sesuai dengan perencanaan dasar,” kata salah satu warga Batee Dabai, Tarmizi kepada ACEHSATU.com pada, Rabu (29/4/2020).

Ia menuturkan, pada perencanaan dasar, pembangunan waduk Irigasi Alue Gurutut akan memberikan manfaat untuk Desa Batee Dabai dan Alue dua serta desa lainnya di Kecamatan Makmur, Gandapura dan Kuta Blang.

“Rute saluran irigasi yang akan dikerjakan saat ini telah berubah, sehingga warga kecewa dan memblokir jalan menuju lokasi proyek tersebut, pemerintah Aceh perlu mengetahui kondisi lapangan,” ucap Tarmizi, mantan Ketua HMI Cabang Bireuen itu.

Sementara itu, Keuchik Batee Dabai, M. Yunus mengatakan, dirinya selaku Kepala Desa tidak melarang pengerjaan proyek Irigasi Alue Gurutut oleh pihak rekanan.

“Saya juga tidak bisa melarang aksi warga Batee Dabai dan Alue Dua, karena warga sudah terlanjur mengidamkan saluran irigasi tersebut memberi manfaat untuk Desa Batee Dabai dan Alu Dua,” kata Keuchik Batee Dabai.

Yunus menjelaskan, pada perencanaan dasar Irigasi Alue Gurutut tahun 2007, setiap desa dalam Kecamatan Makmur mengumpulkan uang sekitar Rp 4 Juta lebih untuk pembebasan lokasi pembangunan waduk Alue Gurutut.

“Sebagian lokasi waduk lainnya merupakan hibah dari warga Aleu Dua, warga bersedia mengumpulkan uang karena mengingat saluran irigasi ini akan mengaliri Desa Batee Dabai dan Alue Dua serta seterusnya,” jelas Keuchik M. Yunus.

Kata M. Yunus, warga Desa Batee Dabai dan Alu Dua pantas kecewa, karena pembangunan bendungan telah selesai dikerjakan, namun untuk saluran irigasi, dua desa tersebut tidak teraliri irigasi. (*)