Seratusan Warga Aceh Di Malaysia Dipulangkan

Komunitas silaturrahmi warga Aceh perantauan di Malaysia memulangkan 127 warga Aceh dari berbagai kabupaten kota di Aceh dari Malaysia ke Aceh, Indonesia. Warga Aceh yang dipulangkan tersebut selama ini tinggal dan bekerja di negeri jiran itu
warga aceh
Seratusan Warga Aceh dipulangkan dari Malaysia ke Aceh. acehsatu.com/InfoAcehtimur.(dok SUBA)

ACEHSATU.COM [ ACEH TIMURKomunitas silaturrahmi warga Aceh perantauan di Malaysia memulangkan 127 warga Aceh dari berbagai kabupaten kota di Aceh dari Malaysia ke Aceh, Indonesia. Warga Aceh yang dipulangkan tersebut selama ini tinggal dan bekerja di negeri jiran itu.

Warga Aceh yang dipulangkan mengalami berbagai persoalan yang dialami mulai dari PHK, visa habis diberhentikan dari pekerjaanya, visa kadaluarsa, paspor kadaluarsa, dan vaktor ekonomi lainnya.

Ketua Solidaritas Ummah Ban Sigom Aceh (SUBA), Bukhari Ibrahim  kepada wartawan, Rabu (4/11/2021) mengatakan, 127 warga Aceh yang dipulangkan tersebut diantaranya berasal dari Aceh Tamiang, Kota Langsa, Aceh Timur, Aceh Utara, Lhokseumawe, Pidie, Bireuen dan Pidie Jaya.

“Di negeri jiran Malaysia selama ini mereka menetap dan bekerja disana namun saat ini mengalami masalah ada yang visanya habis, pemutusan kerja, paspor kadaluarsa dan masalah lainnya sehingga mengharuskan mereka keluar dari Malaysia,” ujar  Bukhari.

warga aceh
Seratusan Warga Aceh dipulangkan dari Malaysia ke Aceh. acehsatu.com/InfoAcehtimur.(dok SUBA)

Pemulangan warga Aceh ini dilakukan secara bersama komunitas silaturahhmi warga Aceh di perantauan di Malaysia yakni Persatuan Warga Aceh Berketurunan Melayu (Permebam),  Solidaritas Ummah Ban Sigom Aceh (SUBA) dan Tim Adat Aceh (TAA) Sumatera Utara serta Persatuan Masyarakat Aceh (Permasa) Batam.

Anggota komunitas silaturrahmi perantauan Malaysia ini mengumpul dana untuk memulangkan warga Aceh yang terkedala tersebut. “Karena berbagai masalah yang mereka hadapi, kita bantu saudara kita di perantauan ini seperti membayar denda di Kantor Imigrasi Malaysia agar mereka dapat pulang ke Kampung halamannya di Aceh,” ujar  Bukhari Ibrahim mengakhiri (*)