Editorial

Seperti Aceh, Indonesia Juga Harus Berani Tampung Muslim Rohingya

PENDERITAAN 200.000 warga Rohingya hanya menyisakan kisah kedukaan yang mendalam atas tragedi kemanusiaan yang terjadi. Banyak dari mereka berkisah tentang pembunuhan, pemerkosaan, dan bahkan pembantaian.

Banyak mata dunia tertuju ke Rakhine, bahkan PBB pun ikut bersuara. Tapi Bangsa Burma (Myanmar-red) ini tetap tak tergoyahkan. Sejumlah insiden pembataian dan pembakaran rumah masih saja terus terjadi.

Masyarakat muslim di dunia hanya bisa berdoa, selebihnya datang membantu dan menyumbang. Tapi mereka tetap belum mampu memaksa Myanmar menghentikan tragedi ini.

Rasa persaudaraan juga datang nun jauh dari ujung barat Pulau Sumatera. Bahkan jauh-jauh hari, para nelayan Aceh sudah menolong mendaratkan puluhan perahu yang didalamnya ribuan pelarian Rohingya.

Aksi soldaritas nelayan Aceh ini kemudian menjadi buah bibir masyarakat dunia. Kini, rakyat Aceh kembali bersuara. Tidak hanya itu, dari kampung ke kampung, setiap rumah warga Aceh ikut menyumbang beras untuk saudara Rohingya.

Baru-baru ini, dua unit pesawat jenis Hercules milik TNI AU berangkat dari Bandara Lanud SIM bertolak ke Bangladesh untuk menyerahkan bantuan dari Pemerintah Indonesia untuk warga muslim Rohingya yang saat ini mengungsi di Bangladesh.

Empati sekaligus rasa simpatik yang dalam juga disampaikan Kepala Pemerintah Aceh. Bahkan, Gubernur Aceh Irwandi Yusuf meminta dengan tegas agar Pemerintah Myanmar segera menemukan solusi guna menghentikan kekerasan yang sedang berlangsung terhadap minoritas Muslim Rohingya di wilayah Rakhine.

Gubernur Aceh juga melayangkan surat kepada Duta Besar Myanmar untuk Indonesia berisi permohonan Pemerintah Aceh untuk menemukan solusi damai di wilayah yang dihuni minoritas Muslim Rohingya tersebut.

Namun, semua itu belum membuahkan hasil nyata. Buktinya kekerasan di wilayah Rakhine masih tetap berlangsung. Dan minoritas Rohingya masih berusaha menyelamatkan diri mereka ke perbatasan Bangladesh.

Kondisi itu, telah menciptakan kekhawatiran masyarakat dunia. Kamp pengungsian membludak, pengungsi yang baru datang harus tidur di jalanan.

Sebuah informasi terbaru disampaikan seorang Staf PBB bidang mediasi konflik kepada ACEHSATU.COM, menyebutkan, saat ini hanya Amerika Serikat yang sudah setuju untuk menempatkan pengungsi Rohingya.

PBB juga bersedia mendonasikan jika ada negara lain yang akan menampung pengungsi Rohingya. Kenapa tidak dengan Aceh?

Yang pasti, jawabannya: Aceh masih bagian dari Indonesia. Tapi jika Indonesia bersedia, pasti rakyat aceh dengan sukarela akan menampungnya.

To Top