Lingkungan Hidup

Sepekan Tongkang Pengangkut Batubara Terhempas, Laut Lampuuk Masih Tercemar

Tongkang bermuatan batubara asal Palembang itu akan dipasok ke PT Semen Andalas, Lhoknga, Aceh Besar yang tonasenya mencapi 70.000 ton.

FOTO | FACEBOOK/CHAIDEER MAHYUDDIN

ACEHSATU.COM | ACEH BESAR — Sebuah tongkang pengangkut batubara asal Palembang terseret angin dan gelombang ke pinggir pantai wisata Ujong Kareung, Lampuuk.

Tongkang itu terseret arus sejak Minggu (29/07/18) sekitar pukul 05 00 WIB.

Tongkang bermuatan batubara asal Palembang itu akan dipasok ke PT Semen Andalas, Lhoknga, Aceh Besar yang tonasenya mencapi 70.000 ton.

Akibat terseret ke pinggir pantai dan tersangkut karang, tonkang itu pecah menjadi dua bagian, sehingga muatan batubara tumpah ke laut.

Tumpahnya muatan batubara tumpah ke dalam laut hingga air laut di pantai wisata berubah menjadi hitam.

Amatan ACEHSATU, Kamis (2/8/2018), suasana laut masih berwarna hitam. tumpukan batubara masih bertebaran di sepanjang kawasan tepi pantai.

Bangkai tongkang juga masih terlihat seperti awal kejadian pada Minggu lalu.

Sejumlah warga setempat mengatakan, banyak ikan mati akibat pencemaran baatubara tersebut.

Pada Rabu (1/8/2018), Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali turun ke lokasi memantau langsung pencemaran akibat tumpahan batubara.

Sang pemimpin Aceh Besar ini mewanti-wanti pemilik tongkang agar segera membersihkan batubara yang mencemari laut.

Mawardi Ali juga memberi waktu selama seminggu kepada pihak PT Semen Andalas untuk ikut bertanggung jawab atas masalah tersebut.

Dampak terparah akibat tumpahan batubara itu, kata warga, matinya ikan di kawasan itu. Banyak warga menemukan ikan mati di sepanjang pantai lokasi wisata Ujong Kareung, Lampuuk Aceh Besar.

Kerugian besar terhadap nelayan itu pun sampai saat ini belum tertangani, meski Bupati sudah mengeluarkan jurus utimatum. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top