Seorang Pedagang Masuk DPO Polisi Diduga Melakukan Penggelapan Emas 200 Mayam

Pada 17 Juli 2021, ibu Indra meninggal dunia, lalu 26 November 2022, mewakili ibunya Indra Kembali meminta emas itu, namun tersangka mengatakan bahwa emasnya sudah tidak ada.
dewan pengupahan provinsi aceh
Ilustrasi (Getty Images/iStockphoto/Yamtono_Sardi)

ACEHSATU.COM | KUTACANE – Patima Br Siringo-Ringo (43) warga Kute Kutacane, Kecamatan Subussalam, Aceh Tenggara yang berprofesi sebagai pedagang masuk dalam DPO Polisi setelah diduga melakukan tindak pidana penggelapan dengan membawa kabur emas sebanyak 200 mayam masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres setempat.

Kapolres Aceh Tenggara AKBP Bramanti Agus Suyono melalui Kasat Reskrim Iptu Muhammad Jabir mengatakan, penggelapaan itu dilaporkan oleh anak pemilik emas bernama Indra Solitua (22) warga Desa Perapat Titi Panjang, Kecamatan Lawe Bulan, Aceh Tenggara.

Kasat Reskrim menjelaskan, pada bulan Januari 2019, Patima meminjam emas sebanyak 200 mayam kepada kepada ibu Indra, namun setelah ditagih tidak lagi dikembalikan.

“Kejadian bermula pada 4 Januari 2019, dimana tersangka menemui ibu korban untuk meminjam emas tersebut, lalu pada 27 Desember 2019 ibu korban meminta kembali emas yang telah dipinjam, tapi tersangka tidak mengbalikannya,” terang Jabir, Jumat (3/12/2022).

Pada 17 Juli 2021, ibu Indra meninggal dunia, lalu 26 November 2022, mewakili ibunya Indra Kembali meminta emas itu, namun tersangka mengatakan bahwa emasnya sudah tidak ada.

“Saat itu tersangka meminta Indra bersabar, namun sampai saat ini tersangka belum mampu mengembalikan emasnya,” kata Jabir.

Karena sudah berlarut-larut, akhirnya Indra menempuh jalur hukum dengan melaporkan masalah tersebut kepada polisi agar dapat ditindak lanjuti.

“Untuk saat ini tersangka masih dalam proses pencarian dan berharap tersangka segera tertangkap,” tutup Kasat reskrim Muhammad Jabir.