Aceh Singkil

Seorang Nelayan Pulau Baguk Dikabarkan Hilang Akibat Cuaca Buruk

Pada malam harinya sekitar pukul 21.30 WIB, cuaca di seputaran Kepulauan Banyak mulai dilanda badai dan turun angin barat kencang.

FOTO | IST

ACEHSATU.COM | SINGKIL – Bakhtar (58), seorang nelayan asal Desa Pulau Baguk, Kecamatan Pulau Banyak, Kabupaten Aceh Singkil, dikabarkan hilang akibat cuaca buruk, Kamis (19/7/2018).

Korban diduga hilang akibat hempasan gelombang yang menyebabkan perahunya terbalik, pada Selasa (17/7/2018) hingga Kamis (19/7/2018) juga belum ditemukan.

Camat Pulau Banyak, Rudi Faisal, kepada wartawan menyebutkan, informasi dari keluarga korban bahwa korban seperti biasanya pergi melaut seorang diri pada Selasa sore menggunakan perahu bermesin yang dilengkapi jaring untuk menangkap ikan.

Pada malam harinya sekitar pukul 21.30 WIB, cuaca di seputaran Kepulauan Banyak mulai dilanda badai dan turun angin barat kencang.

Selanjutnya pada Rabu, 18 Juli 2018 tidak seperti biasa korban belum pulang ke rumah.

Pihak keluarga pun khawatir dan melaporkan hal tersebut kepada Panglima Laot.

Informasi yang diperoleh Panglima Laot dari nelayan Barus, ditemukan perahu yang ciri-cirinya sama dengan perahu yang dipakai korban Bakhtar.

Perahu itu ditemukan di sekitar 5 mil arah Selatan Pulau Palambak Kecil dalam kondisi terapung tanpa nakhoda.

Berdasarkan informasi tersebut, pada pukul 11.00 WIB, Muspika bersama Panglima Laot bergerak untuk melakukan operasi pencarian yang difokuskan di sekitar ditemukannya perahu korban.

Namun korban tidak ditemukan.

Selanjutnya tim melakukan penyisiran sejauh 15 mil ke arah selatan dan utara Pulau Palambak Kecil namun tidak ada tanda tanda adanya korban.

Pada pukul 15.30 WIB tim memutuskan untuk kembali ke Pulau Balai lantaran BBM yang sudah menipis, dan membawa perahu yang karam dan ditemukan mengapung di tengah laut diduga milik korban.

Hingga Kamis (19/7/2018), korban hilang belum ditemukan, dan akan dilanjutkan pencarian hari kedua oleh Panglima Laot yang dibantu unsur Muspika dan nelayan setempat.

“Korban adalah orang tua teman saya, sampai pagi ini belum ditemukan. Pagi ini dilakukan pencarian hari kedua, semoga bisa segera ditemukan,” ucap seorang warga Liswanda lewat pesan singkatnya dari Pulau Banyak. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top