Seorang Jamaah Haji Kloter Dua Aceh Tenggara Meninggal Dunia di RSUDZA

Empat orang meninggal dunia di Arab Saudi, sementara satu orang meninggal dunia dalam perawatan rumah sakit di Banda Aceh
Ibadah Haji 2021
Ilustrasi - Jamaah haji debarkasi Aceh saat tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda Aceh Besar pada 2019. (ANTARA/Khalis)

ACEHSATU.COM | Banda Aceh – Seorang jamaah haji kloter dua Aceh Tenggara meninggal dunia di RSUDZA.

Hj. Rismawati Saudan Abdullah (51) Jamaah haji asal Aceh Tenggara,  meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh, Senin.

“Hj. Rismawati Saudan, salah satu jamaah dari Aceh Tenggara meninggal dunia sekitar pukul 15.00 WIB tadi di RSUDZA,” kata Koordinator Humas dan Penerangan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Aceh Tajri di Banda Aceh.

Hj. Rismawati tergabung dalam kelompok terbang (kloter) dua. Setelah tiba dari Arab Saudi di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Aceh Besar pada Rabu (27/7) lalu,

Hj. Rismawati langsung dirujuk ke RSUDZA untuk perawatan lanjutan karena penyakit yang dialami hipertensi dan diabetes melitus.

Saat ini, kata Tajri, jenazah sudah selesai dilakukan pemulasaran, dan akan dipulangkan ke Kutacane Kabupaten Aceh Tenggara untuk dimakamkan.

Dengan begitu, lanjut Tajri, saat ini sudah lima jamaah Aceh yang meninggal dunia pada musim haji tahun 1443 Hijriah atau 2022 Masehi.

“Empat orang meninggal dunia di Arab Saudi, sementara satu orang meninggal dunia dalam perawatan rumah sakit di Banda Aceh,” katanya.

Sebelumnya, Muslim bin Abdul Wahab Salam (51), jamaah kloter satu asal Pidie Jaya meninggal dunia di dalam pesawat 15 menit sebelum mendarat di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz pada (15/6) lalu.

“Muslim bin Abdul Wahab Salam didiagnosa mengalami penyakit asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD),” kata Tajri.

Kemudian Abdul Manaf bin Dahlan Abubakar (55) juga dari kloter satu asal Pidie Jaya yang meninggal dunia di Rumah Sakit Al Noor, Mekkah (10/7) lalu karena gagal ginjal akut atau Acute acute kidney injury.

Selanjutnya Nurkharijah binti Muhammad Yunus (64), jamaah kloter lima asal Aceh Barat juga meninggal dunia di Mekkah pada (16/7) karena Acute Ischaemic heart disease atau penyakit jantung iskemik akut.

Sedangkan Intan Sani binti Abdullah (61), yang juga jamaah kloter lima asal Aceh Barat Daya, meninggal dunia di Klinik Kesehatan Haji Indonesia Mekkah pada (20/7) karena geriatric syndrome (sindrom geriatri) dan congestive heart failure atau gagal jantung.