Sensasi Tadarus di Meunasah Tengah Hutan Pulau Simeulue Malam Ramadhan

"Meski dengan segala keterbatasan, warga di sini tetap tekun beribadah selama Ramadhan ini. Setiap malam mulai dari anak-anak hingga dewasa rutin bertadarus Al Quran," kata Safari di Simeulue
Meunasah Transmigrasi yang berada di tengah hutan Pulau Simeulue, Sabtu

ACEHSATU.COM | SINABANG – Sensasi tadarus di meunasah tengah hutan Pulau Simeulue malam ramadhan. Pada bulan Ramadhan, tadarus Al Quran selalu dilakukan di berbagai Masjid maupun meunasah di berbagai tempat di Pulau Simeulue.

Di antaranya di Meunasah Transmigrasi Desa Lataling, Kecamatan Teupah Selatan, Kabupaten Simeulue, yang berada 15 kilometer dari Kota Sinabang, pusat kota Kabupaten Simeulue dan jauh dari keramaian.

Warga Transmigrasi yang berada di tengah hutan belantara ini setiap malam melaksanakan tadarus secara beramai-ramai selama bulan Ramadhan di meunasah yang dibangun Pemerintah Aceh itu.

Safari (43), bilal Meunasah Transmigrasi, mengatakan meski mereka ditempatkan di tengah hutan sebagai warga transmigrasi mereka tetap secara rutin melaksanakan ibadah puasa dan bertadarus Al Quran selama Ramadhan.

“Meski dengan segala keterbatasan, warga di sini tetap tekun beribadah selama Ramadhan ini. Setiap malam mulai dari anak-anak hingga dewasa rutin bertadarus Al Quran,” kata Safari di Simeulue, Sabtu.

Safari mengatakan bertadarus di meunasah di tengah hutan memiliki sensasi tersendiri. Heningnya suasana hutan, menjadikan orang yang beribadah maupun bertadarus malam lebih khusyuk.

“Daerah ini belum ada jaringan internet, sehingga warga di sini saat bertadarus lebih fokus dan tidak ada yang main-main telepon maupun main game online,” ungkapnya.

Begitu juga dikatakan Efendi, iman Meunasah Transmigrasi. Menurutnya, meski meunasah itu tidak besar dan megah, namun kekhusyukan dalam beribadah lebih terasa.

Sebab, suasana yang jauh dari kebisingan kota membuat pelaksanaan ibadah Ramadhan di hutan ini lebih tenang dan nyaman.

“Saat beribadah kita lebih nyaman, tidak ada kebisingan suara kendaraan dan lainnya. Anak-anak juga tidak sibuk dengan telepon genggam,” pungkas Efendi.