Budaya dan Seni

Seniman Aceh Segera Bentuk Majelis, Membenahi Kesenian Lewat Inventarisasi Pelaku Seni

Penguatan kesenimanan sepatutnya dimulai dari pemberdayaan seniman itu sendiri (Nab Bahany AS).

Foto | Muhrain

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Jelang 2018, para tokoh seniman dari berbagai daerah dan berbagai latar belakang kesenian, mengadakan pertemuan dalam rangka pembentukan Majelis Seniman Aceh (MaSA), Pocut Baren, Rabu (20/12/2017).

Inventarisasi menjadi awal rekruitmen wadah Majelis Seniman Aceh, karenanya, gagasan pembentukan Majelis Seniman Aceh dimulai dari tahap tersebut. Upaya mendata seluruh seniman Aceh dimulai dengan proses inventarisasi semua seniman sesuai bidang seninya.

Tokoh pelopor pembentukan MaSA antarnya; Ayah Panton (Syamsuddin Djalil) Ketua Forum Budaya Kana Pakad-Aceh, Nab Bahany AS Pemangku Adat pada Majelis Adat Aceh (MAA), MY Bombang selaku Pimpinan Sanggar Pentas Sagoe, S Paru, Ketua Sanggar Keuprak, Thayeb Loh Angen Pengurus Sekolah Hamzah Fansuri (SHF), Moritza Thaher, pimpinan Sekolah Musik Moritza, Syeh Gazali Lkb, Produser Kasga Record.

Lantaran berbagai problem yang dialami para seniman Aceh hingga sekarang belum dapat diatasi oleh lembaga-lembaga kesenian yang telah pernah ada, para tokoh tersebut bermaksud membentuk forum sejenis majelis.

“Tujuan majelis ini untuk menjaga kesejahteraan seniman, peduli dan menjadi wadah menaungi problema seniman Aceh,” ungkap Ayah Panton kepada ACEHSATU.COM saat diskusi para seniman berlangsung.

“Selama ini dengan menggalakkan kesenian, ternyata seniman tidak terberdayakan, namun justru para seniman Aceh terlupakan, terbukti banyak keluhan seniman, sehingga sepatutnya MaSA segera dibentuk,” sambung Ayah Panton, penulis lirik lagu Kande.

“Mengakomodir kebijakan terkait seniman, maka wadah MaSA sudah tepat dibentuk, harapan saya tidaklah wadah ini berhenti bekerja sebelum para seniman berhasil diberdayakan menurut bidang karya masing-masing” ungkap S Paru.

“Saya sangat mendukung majelis ini dibentuk, penguatan kesenimanan sepatutnya dimulai dari pemberdayaan seniman itu sendiri, harapan saya para seniman semakin fokus dalam karya” ujar Nab Bahany tokoh adat yang juga sejarawan Aceh.

“Ini ide yang luar biasa di akhir tahun 2017 dari lintas generasi peduli seniman di Aceh, sepatutnya kita dukung bersama, semoga cepat terbentuk dan cepat bekerja sesuai tugas yang diemban,” harap Thayeb sebagai apresiasi terhadap pendirian MaSA.

Para seniman Aceh lainnya yang turut mendukung pendirian MaSA di antaranya; Said Akram, Muhrain (Penyair Nasional), Said Jaya, Mahrisal Rubi (Pemenang Himne Aceh, 2017), Ramadhan Muslim Arrasuly (Made in Made), Rusli Juned, Ceh Medya Huss (Sanggar Seni Tradisi Seung Sam Lakoe), Jamal Taloe (Ketua Sanggar Taloe), Fajar Siddiq (Ketua Sanggar Nagurangsang), Fahrurrazi  Koordinator Pekerja Seni (EO Citra Rocka Production). (*)

1 Comment

1 Comment

  1. zul ms

    20 Desember 2017 at 10:01 pm

    Briliant..!!!

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top