Sengkarut Beasiswa BPSDM Aceh

Pasalnya, ada sejumlah calon kandidat yang memiliki kompetensi dan sangat layak untuk lulus tapi namanya tidak muncul.
Beasiswa BPSDM Aceh
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Aceh, Syaridin S.Pd, M.Pd. Foto Dok Humas Aceh.

PROSES Seleksi calon penerima beasiswa Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Aceh tampak sangat kacau balau.

Proyek yang sumber pendanaannya dari APBA Tahun 2021 itu dinilai banyak pihak penuh dengan kecurangan dan sangat tidak transparan.

Bahkan bisa dikatakan proses pelaksanaan seleksi terkesan tidak berbobot dari sejumlah materi uji.

Mulai dari sistem yang tidak transparan—dimana nama yang lulus dan nilai tidak diumumkan, hingga ada soal yang tidak ada jawaban atau soal sama opsi jawaban tidak nyambung.

Bahkan, kisi-kisi soal banyak yang salah dan dinilai tidak berbobot.

TIdak hanya itu, banyak nama yang memiliki kompetensi, tapi tidak lulus di seleksi akhir calon penerima beasiswa.

Misalnya saja salah seorang pemuda Aceh yang pernah menerima beasiswa S2 dari LPDP Kementerian Keuangan untuk menyelesaikan studi master ekonomi di Amerika.

Namun saat ikut seleksi pendidkan S3, ia dinyatakan tidak lulus beasiswa BPDSM Aceh.

Berikut laporan Tim Redaksi ACEHSATU.com, terkait sengkarut proses seleksi beasiswa BPSDM Aceh yang sempat menghebohkan beberapa waktu lalu.

Selasa, 31 Agustus 2021 lalu, BPSDM Aceh merilis hasil seleksi tahap akhir calon penerima beasiswa S1, S2 dan S3 dalam dan luar negeri Tahun Anggaran 2021.

Peserta yang dinyatakan lulus agar segera mendaftar ulang ke Kantor BPSDM Aceh selambat-lambatnya tanggal 14 September 2021.

Pengumuman itu lantas menuai sorotan publik.

Pasalnya, ada sejumlah calon kandidat yang memiliki kompetensi dan sangat layak untuk lulus tapi namanya tidak muncul.

Sejumlah media online lokal menurunkan berita isu sengkarut proses seleksi beasiswa BPSDM itu sebagai berita utama dan di halaman pertama.

Ada yang mengupas dari sisi sistem yang bobrok yang mewawancari seorang kandidat yang sudah lolos tes di Eropa dan namanya dikabarkan lulus, tapi sejurus kemudian hilang di sistem.

Namun Kepala BPSDM Aceh Syahridin, S.Pd.,M.Pd., membantah kabar tersebut.

“Tidak benar kabar itu. Saya sudah cek, semuanya mengaku tidak pernah menyampaikan hal tersebut kepada orang lain. Kabar tersebut tidak benar,” katanya ke salah satu media online.

Cerita Lain Bobroknya Sistem Seleksi

Cerita menarik diterima ACEHSATU.com, dari seorang pemuda Aceh yang enggan namanya dipublikasi.

Pemuda ini pernah menerima beasiswa LPDP Kementerian Keuangan melajutkan sutdi S2 di di Amerika Serikat untuk kosentrasi ekonomi politik.

Kini ia ikut dalam proses seleksi penerima beasiswa BPSDM Aceh tahun ini.

“Sistem dan proses pelaksanaannya kacau sekali,” ujarnya kepada ACEHSATU.com, beberapa hari lalu via chat messanger.

Tak tanggung-tanggung, ia mengaku ia ‘dihajar’ habis-habisan oleh BPSDM Aceh saat mengikuti Tes Potensi Akademik (TPA).

“Saya dianiaya habis-habisan sama BPSDM. Nama saya dihapus di tes TPA, padahal saya yakin nilai saya mungkin yang paling tinggi. Soalnya mudah gitu, masak saya nggak lulus,” ungkap pemuda yang pernah rutin menerima beasiswa sejak dari SMA Fajar Harapan Banda Aceh hingga ke Amerika Serikat.

Ia bercerita kalau ia bisa menyelesaikan lembaran soal TPA dalam waktu satu jam. Dan ia sangat kaget saat mengetahui tidak lulus pada hasil pengumuman.

“Dikasi waktu kelarin tes TPA 2 jam, saya 1 jam sudah kelar semua. Ketawa saya saking gampang soalnya. Pas keluar pengumuman saya dibilang nggak lulus. Tapi nama-nama yang lulus nggak dikasi tau,” sebutnya.

“Nilai saya pun nggak dibilang berapa. Biasa kalau habis tes TPA, nilai kita langsung dikasi tau berapa. Sedangkan BPSDM tidak ada.”

Menurutnya, banyak yang komplain, bukan hanya ia saja. “Bahkan katanya ada yang udah lulus tahap akhir, nama dia dihapus,” katanya.

Ia juga sudah melaporkan masalah tersebut ke Ombusdman Aceh. Hasilnya nihil.

Lembaran soal yang tidak berbobot

Hal yang paling menggelikan, menurutnya, lembaran soal yang tidak memiliki bobot sama sekali. Bahkan, ada soal yang tidak ada jawaban atau soal sama opsi jawaban tidak nyambung sama sekali.

Misalnya saja, soal perkalian yang salah jawabannya.

“Harusnya jawabannya itu 30, karena perkalian harus diutamakan dulu sebelum pengurangan dan pertambahan,” katanya seperti yang dalam gambar berikut ini.

Beasiswa BPSDM Aceh
Lembaran soal perkalian yang salah jawabannya. Dok. Istimewa

“Itu semua foto-foto yang saya lampirkan adalah soal asli tes TPA BPSDM tahun ini. Lampirkan saja fotonya sebagai bukti kebodohan panitia BPSDM,” katanya.

Soal lain menurut dia yang paling  menyesatkan adalah soal salah tapi jawabannya ada.

Seperti yang dilampirkan pada foto berikut ini.

Beasiswa BPSDM Aceh
Lembaran soal salah tapi jawabannya ada. Dok. Istimewa

“Harusnya deret angka nya itu 52, bukan 32. Mengikuti pola a:2, bx4, c+6,” jelasnya.

Selebihnya pertanyaannya yang menurutnya sangat tidak layak untuk kategori seleksi beasiswa pendidikan tingkat S3.

Seperti yang tergambar berikut ini.

Beasiswa BPSDM Aceh
Lembaran soal yang dinilai kurang berbobot untuk pendidikan S3. Dok. Istimewa

Tanggapan ‘Santai’ Kepala BPSDM Aceh

Berselamaknya masalah terkait pelaksanaan seleksi beasiswa BPSDM tahun 2021 ini ditanggapi santai oleh BPSDM Aceh Syahridin, S.Pd.,M.Pd.

Saat disodor pertanyaan tentang lembaran soal yang banyak salah dan tidak nyambung, Syaridin tetap berkilah.

Katanya, BPSDM sudah melakukan semua tahapan seleksi beasiswa tahun 2021 sesuai dengan apa yang sudah diumumkan dari awal proses pendaftaran sampai tahapan akhir wawancara yang dilaksanakan secara online dan semua informasi masuk ke akun peserta masing masing.

“Demikian yang dapat saya sampaikan seperti yang sudah saya sampaikan ke beberapa media yang lain juga,” jawab Syaridin singkat. (*)