Senator Fachrul Razi: Terima Kasih Rakyat Aceh, Jihad Politik Jilid Dua, Mengawal Hak Politik Aceh yang Belum Selesai

0
2
Senator Fachrul Razi

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Senator Fachrul Razi MIP mengucapkan banyak terimkasih kepada seluruh rakyat Aceh yang telah mempercayai amanah kepada dirinya untuk menjadi perwakilan Aceh di Jakarta 5 tahun yang akan datang.

Fachrul Razi, mengkisahkan, Alhamdulillah saya berterima kasih kepada rakyat Aceh yang masih mempercaya saya sebagai Senator mewakili Aceh, dan yang terutama adalah kepada Allah SWT yang telah menakdirkan kemenangan ini.

Saya akui betul bagaimana fitnah dan berita berita negatif yang mengarahkan ke personal saya dengan tujuan untuk menghancurkan reputasi saya.

Berbagai fitnah berkembang untuk menggagalkan saya agar tidak terpilih. bahkan saya turun ke beberapa wilayah masih ada upaya yang dilakukan untuk menjelekkan nama baik saya.

Senator Fachrul Razi

Tapi Allah berkehendak lain, Allah bersama kami.

Dan Alhamdulillah kemenangan di 2019 adalah karena Allah. Insya Allah jilid 2 akan kita gerakkan melalui jihad politik yang jauh lebih kritis dan vokal.

Selanjutnya Fachrul Razi menambahkan, dirinya mengakui bahwa selama 5 tahun ini masyarakat kurang paham apa itu DPD RI.

Apa fungsi dan wewenangnya, apa tugas dan tanggung jawab nya? namun yang terpenting adalah bagaimana menunjukkan eksistensi diri kita sebagai anggota DPD RI asal Aceh di Pusat.

Tugas DPD RI jelas sebagai wakil daerah bukan wakil partai atau wakil personal.

kehadiran kita jelas memperjuangkan aspirasi daerah, mengawal MoU Helsinki dan UUPA dan menjadi penghubung antara pusat dan daerah.

Saya memiliki misi adalah jihad politik jilid 2, yaitu mewujudkan Aceh sebagai propinsi yang memiliki kekhususan sebagaimana dalam perjanjian MoU Helsinki, UUPA dan budaya yang ada di Aceh.

Aceh harus “merdeka” secara ekonomi dengan sistem ekonomi syariah, Aceh harus “merdeka” menerapkan akidah ahlusunnah wajlamaah, Aceh harus “merdeka” menerapkan politik islam, Aceh harus “merdeka” menerapkan pendidikan Islam dan Aceh harus “merdeka” dalam menjalankan hukum yang bersifat khusus.

Selama lima tahun saya menjabat (2014-2019), saya memfokuskan pada hal politik.

isu isu lain selain politik, saya tidak terlalu masif bergerak.

memang kalau isu politik, tidak terlalu populis di Gampong-gampong.

Tapi persoalan politik yang belum selesai, kami tetap istiqamah memperjuangkan hak hak politik Aceh yang belum selesai.

Fokus kedua adalah masalah ekonomi, karena kunci kemajuan Aceh masa depan adalah ekonomi.

Namun solusi kami adalah ekonomi syariah. bukan ekonomi kapitalis atau ekonomi non muslim.

Yang kedua adalah SDM, kita akan terus istiqamah melahirkan pemimpin muda masa depan, pemimpin yang “garis keras” dan cerdas berpendidikan
serta keimanan yang kuat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here