Sempat Vakum, Golkar Aktifkan Kembali Organisasi Satkar Ulama Aceh

"Ini bukan partai politik, jadi tidak perlu takut bergabung dengan organisasi sosial yang didirikan partai Golkar, meskipun seorang PNS,"
Partai Golkar aktifkan satuan karya ulama Aceh
Pelaksanaan musyawarah daerah Satkar ulama Provinsi Aceh, di Banda Aceh, Senin malam (8/8/2022) (ANTARA/Rahmat Fajri)

ACEHSATU.COM | Banda Aceh – Sempat vakum, Golkar aktifkan kembali organisasi Satkar ulama Aceh.

Sempat vakum beberapa tahun lalu, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Aceh kembali mengaktifkan organisasi Satuan Karya (Satkar) ulama Indonesia Provinsi Aceh.

“Meskipun Satkar ini pernah vakum, kini aktifkan kembali, karena peran ulama sangat penting untuk masyarakat Aceh,” kata Ketua DPD I Golkar Aceh TM Nurlif, di Banda Aceh, Selasa.

Satkar ulama ini diaktifkan dengan kembali melaksanakan musyawarah daerah (Musda) pada 8 sampai 9 Agustus 2022 yang berlangsung di Asrama Haji Banda Aceh. 

Nurlif menyampaikan bahwa Satkar ulama bukanlah organisasi politik, tetapi tempat berhimpunnya orang-orang yang memiliki ilmu keagamaan, sehingga mereka dapat berkontribusi memberikan gagasan untuk membangun Aceh.

“Ini bukan partai politik, jadi tidak perlu takut bergabung dengan organisasi sosial yang didirikan partai Golkar, meskipun seorang PNS,” ujar Nurlif. 

Nurlif berharap Satkar ulama ini dapat memberikan sebuah gagasan yang benar-benar bermanfaat terhadap semua kalangan, baik itu untuk Golkar sendiri maupun masyarakat Aceh secara umumnya.

Nurlif mengamanahkan, setelah terbentuknya kepengurusan yang baru, dirinya berharap agar Satkar dapat menyusun program bermanfaat untuk internal dan eksternal.

Program internal, kata Nurlif, membuat pengajian-pengajian bersama sebagai salah satu langkah membangun konsolidasi. Kemudian segera membentuk Satkar di seluruh kabupaten/kota se Aceh.

Program eksternal, lanjut Nurlif, selama ini Golkar dan ulama hampir ada jarak, karena itu perlu didekatkan kembali ini. Dua program ini diharapkan dapat dijalankan dengan baik.

“Musda ini harus menghasilkan program yang baik, sehingga menjadi tumpuan harapan umat di Aceh kedepannya,” demikian Nurlif.