Sempat Tidak Ada Biaya Makan, Haji Uma Bantu Warga Miskin Asal Aceh Utara Berobat Mata di Jakarta 

ACEHSATU.COM | ACEH UTARA – Anggota DPD RI asal Aceh H Sudirman yang biasa disapa Haji Uma, bantu Ibrahim AB (37) warga Gampong Matang Sijuek, Kecamatan Baktiya Barat, Kabupaten Aceh Utara, yang sedang berobat di Jakarta terkendala dengan biaya makan.

Hal Tersebut disampaikan Haji Uma Jumat (15/05/2020). Setelah melihat beredarnya berita dari media Acehsatu.com tentang Ibrahim yang membutuhkan bantuan untuk bertahan hidup di Jakarta.

“Ia betul sebelumnya saya mendapatkan informasi tersebut dari berita yang beredar di sosmed tentang kondisi Ibrahim di Jakarta, kemudian saya telusuri dan saya mengirimkan bantuan uang sejumlah 1 juta kepadanya melalui staf saya, dikarenakan saya sekarang lagi berada di Aceh tidak bisa menjenguk langsung, “Kata Haji Uma.

Haji Uma juga mengatakan, “Mudah-mudahan dengan bantuan tersebut bisa meringankan beban Ibrahim dan istrinya yang sedang menjalani pengobatan mata di Jakarta,” Ujar Haji Uma.

Ibrahim Mengucapkan terima kasih kepada Haji Uma yang telah membantunya untuk biaya makan di Jakarta.

“Alhamdulillah untuk sementara kami tidak lagi harus meminta makanan lagi di masjid dengan bantuan ini, kami sangat berterima kasih kepada Haji Uma yang sudah memdengar nasip kami saat ini di Jakarta, ” Ungkap Ibrahim.

Seperti di berita sebelumnya, Ibrahim AB (37) warga Gampong Matang Sijuek, Kecamatan Baktiya Barat, Kabupaten Aceh Utara, yang sedang berobat di Jakarta mengharapkan bantuan dari pemerintah dan  para dermawan aceh.

Ibrahim AB (37) mengalami sakit putus saraf mata akibat terkena granat pada tahun 2003 masa konflik dulu di Aceh.

Setelah kejadian tersebut Ibrahim mulai berobat di rumah sakit Zainal Abidin Banda Aceh sudah 7 tujuh kali menjalani operasi mata namun juga belum juga sembuh, sehingga di tahun 2019 beliau kembali menjalani perobatan ke Jakarta dan di Jakarta sudah 5 kali menjalani operasi mata sampai sekarang.

“Saya sudah 1 tahun di jakarta menjalani perobatan mata dan selama 10 bulan saya tinggal di rumah dompet Dhuafa di Jakarta secara gratis dan juga makan,” kata Ibrahim.

Namun selama 2 bulan ini ia sudah  tinggal di Mes Aceh di Jakarta tetapi tidak ditanggung biaya makan, dikarenakan dirumah dompet Dhuafa tersebut  hanya bisa menanmpung selama 10 bulan.

“Sekarang saya bersama istri saya disini sangat membutuhkan bantuan dari pemerintah dan para dermawan  untuk biaya hidup kami di Jakarta,” harapnya.

Selama bulan puasa ini ia bersama istrinya untuk bertahan hidup  dijakarta dengan cara meminta makanan di masjid saat berbuka puasa.

“Ia betul selama bulan puasa ini kami bertahan hidup dengan cara meminta makanan di masjid dan ketika ada makanan lebih kami bawa pulang untuk makan sahur,” ungkap Ibrahim. (*)