Sempat Ditutup, IGD RSUD Langsa kembali Layani Pasien Sesak Nafas

Instalasi Gawat Darurat (IGD) umum RSUD Langsa kembali melayani pasien yang mengalami sakit demam/riw demam, batuk/pilek/sesak nafas, gangguan penciuman, gejala lain yang mengarah infeksi emerging.
IGD RSUD Langsa
RSUD Langsa. Foto LangsaSatu.Com/Jamil Gade

Laporan Wartawan LangsaSatu.Com, Jamil Gade

ACEHSATU.COM | LANGSA – Instalasi Gawat Darurat (IGD) umum RSUD Langsa kembali melayani pasien yang mengalami sakit demam/riw demam, batuk/pilek/sesak nafas, gangguan penciuman, gejala lain yang mengarah infeksi emerging.

Sebelumnya manajemen RSUD Langsa sempat mengeluarkan pengumuman dan diberitakan oleh sejumlah media portal IGD umum RSUD setempat tidak melayani pasien yang mengalami gejala seperti tersebut diiatas.

 “Kita sudah duduk rapat dengan pihak managemen RSUD Langsa, IGD umum tetap melayani pasien gejala Covid-19, saya pastikan tidak ada penolakan pasien, Jikapun ada warga yang mengeluhkan demam tinggi sesak napas dan lainnya silahkan datang ke IGD PIE untuk memeriksa diri,” ujar Wali Kota Langsa, Tgk Usman Abdullah kepada wartawan, Rabu (16/9/2020).

Wali Kota yang juga sebagai Ketua Gugus Percepatan penamganan Covid-19 Kota Langsa menerangkan, alternatif mengaktifkan 26 kamar dengan 32 ranjang di Puskesmas Langsa Timur.

Hal itu dikarenakan ruang penanganan pasien Covid-19 di RSUD sudah penuh.

Pasien yang akan dirawat di Puskesmas Langsa Timur kata Tokee Seum sapaan akrab Tgk.Usman Abdullah merupakan pasien gejala ringan Covid-19 (probable).

“Sedangkan pasien positif Covid-19 yang sudah berat, tetap dirawat di RSUD Langsa” ujarnya lagi.

Seum tidak memungkiri managemen RSUD menempuh langkah itu dikarenakan timbul kepanikan akibat kondisi penuhnya seluruh kamar inap penanganan pasien Covid-19 di RSUD

“Sekarang pengumuman itu sudah dicabut IGD Umum RSUD Langsa tetap melayani pasien dengan keluhan seperti disebutkan” pungkasnya.

Ia mengimbau kepada masyarakat untuk terus mematuhi dan menjalankan protokol kesehatan. (*)