Banda Aceh

Semangati Anak Penderita Kanker, DWP Aceh Kunjungi Rumah Kita

Rumah Kita didirikan untuk dijadikan rumah singgah bagi anak-anak dan keluarga penderita kanker yang membutuhkan penginapan selama anak-anak mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit di Banda Aceh atau sebagai rumah transit sebelum anak-anak mendapatkan perawatan di Jakarta.

Foto | Youtube

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Ketua Dharma Wanita Persatuan Aceh, Hj Syamsiarni, berkunjung ke rumah singgah Rumah Kita, yang dikelola oleh Komunitas Darah untuk Aceh (DuA), Senin (4/12/2017)

Adapun kunjungan tersebut untuk bersilaturrahmi dan memberikan motivasi dan semangat kepada anak-anak penderita kanker, DWP juga menyerahkan bantuan yang merupakan sumbangan dari seluruh anggota DWP Aceh.

Sementara itu, Nurjannah Husein pendiri Komunitas DuA dan pengelola rumah singgah Rumah Kita menjelaskan, bahwa Rumah Kita didirikan untuk dijadikan rumah singgah bagi anak-anak dan keluarga penderita kanker yang membutuhkan penginapan selama anak-anak mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit di Banda Aceh atau sebagai rumah transit sebelum anak-anak mendapatkan perawatan di Jakarta.

“Rumah Kita baru beroperasi 1,5 tahun. Gerakan awalnya adalah Yayasan Darah untuk Aceh, namun seiring berjalan waktu, kami menganggap perlu adanya rumah singgah untuk anak-anak dan keluarga penderita. Oleh karena itu kami berinisiatif mendirikan Rumah Kita ini. Alhamdulillah, sejak berdiri selalu saja ada bantuan yang datang, termasuk dari Ibu-ibu DWP Aceh hari ini,” ungkap Nurjannah.

Saat ini, setidaknya ada 7 pasien yang berada di Rumah Kita, yaitu Nurul Amalia (9 tahun), bocah asal Kota Lhokseumawe dan Daffa (4 tahun) asal Aceh Besar yang menderita Leukemia ALL.

Selanjutnya ada Aska Rianda (15 tahun) asal Aceh Utara, yang menderita Tumor Ginjal. Selain itu ada juga Maya (14 tahun) pasien asal Aceh Utara ini menderita Reumatik Jantung. Sementara itu, bocah Arifbillah (5 tahun) asal Bireuen menderita kanker hati. Ada juga Zainal, bayi 15 bulan ini menderita dermatitis.

Terakhir, Anita (30 tahun) asal Aceh Utara yang menderita lumpuh.

Untuk diketahui bersama, dalam waktu dekat, Arifbillah akan melakukan operasi cangkok hati di Jakarta. Untuk operasi tersebut dibutuhkan dana sebesar Rp1,4 miliar. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top