Seluruh Tempat Usaha di Aceh Barat Wajib Tutup Saat Magrib

Ia mengatakan penerapan aturan tersebut dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan penerapan syariat Islam yang berlaku di Aceh, sekaligus mempermudah masyarakat dalam beribadah.
Wajib Tutup Saat Magrib
Sejumlah pengunjung lokasi wisata Pantai Ujung Karang Meulaboh, berusaha melarikan diri ketika didatangi Petugas Wilayatul Hisbah, Senin (6/12/2021) petang. (ANTARA/HO-Dok. Satpol PP WH Pemkab Aceh Barat)

ACEHSATU.COM | MEULABOH – Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP WH) Kabupaten Aceh Barat Dodi Bima Saputra mengatakan seluruh tempat usaha termasuk makanan dan minuman di daerah ini, wajib ditutup sementara saat berlangsungnya ibadah shalat magrib menjelang malam hari.

“Penerapan aturan ini sesuai dengan Qanun Nomor 11 Tahun 2002  tentang Aqidah, Ibadah dan Syiar Islam yang sudah lama berlaku di Aceh,” kata Dodi Bima Saputra di Meulaboh, Senin malam.

Ia mengatakan penerapan aturan tersebut dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan penerapan syariat Islam yang berlaku di Aceh, sekaligus mempermudah masyarakat dalam beribadah.

Dalam penertiban ini, petugas juga mengimbau kepada setiap pedagang agar menutup tempat usahanya sejak pukul 18.00 WIB dan tidak melayani pembeli, hingga pelaksanaan ibadah shalat magrib selesai dilaksanakan.

Wajib Tutup Saat Magrib
Sejumlah pengunjung lokasi wisata Pantai Ujung Karang Meulaboh, berusaha melarikan diri ketika didatangi Petugas Wilayatul Hisbah, Senin (6/12/2021) petang. (ANTARA/HO-Dok. Satpol PP WH Pemkab Aceh Barat)

Petugas juga turut memberikan sosialisasi kepada para pelaku usaha dan pengunjung terkait aturan penerapan syariat Islam, dan mengimbau pelaku usaha agar berpedoman pada aturan yang berlaku.

Selain itu, kata Dodi, kegiatan penertiban kepada kalangan pedagang tersebut juga dilakukan sebagai upaya untuk menerapkan aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) ditengah pandemi COVID-19.

Ada pun lokasi yang didatangi petugas saat melakukan penertiban pada Senin petang, kata dia, meliputi kawasan Pelabuhan Jetty Meulaboh, sejumlah kafe di kawasan Seuneubok, Kutapadang, Ujong Kalak Meulaboh, serta sejumlah lokasi lainnya.

“Personel Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah Aceh barat akan terus mengawal dan menyampaikan imbauan kepada seluruh pelaku usaha, agar senantiasa dalam operasional usahanya serta tetap mematuhi aturan yang berlaku,” kata Dodi Bima Saputra. (*)