Selain Menyeret dan Mencekik, Pelaku Pembunuhan Anak-Pemerkosa IRT di Aceh Timur Juga Membenturkan Kepala Korban ke Beton

SB (41) tahun tersangka pelaku pembunuhan bocah Rg (9) dan memperkosa DN (28) ibu kandung Rg saat menjalankan aksi kekerasannya sempat menyeret korban DN keluar dari rumahnya dan mencoba memperkosa Korban DN, karena korban DN menolak.
Tampang Pembunuh Bocah yang Cegah Ibu Diperkosa. Foto Istimewa

ACEHSATU.COM | LANGSA РSB (41) tahun tersangka pelaku pembunuhan bocah Rg (9) dan memperkosa DN (28) ibu kandung Rg saat menjalankan aksi kekerasannya sempat  menyeret korban DN keluar dari rumahnya dan mencoba memperkosa Korban DN, karena korban DN menolak.

Hal itu diungkapkan Kapolres Langsa AKBP Giyarto melalui Kasatreskrim Polres Langsa Iptu Arief Sukmo Wibowo, SIK dalam konfrensi press, Selasa (13/10/2020) di Mapolres setempat.

Lanjutnya, pelaku juga mencekik-cekik dan membenturkan kepala korban DN ke Rabat beton jalan yang berjarak 50 meter dari rumah korban.

Setelah korban lemas, pelaku melakukan pemerkosaan terhadap korban DN untuk yang pertama kalinya, setelah itu korban DN mengalami pingsan.

Kemudian saat korban tersadar, korban DN dibawa ke perkebunan sawit yang berjarak 10 Meter dari Jalan tersebut oleh pelaku tanpa menggunakan Celana dan hanya mengenakan Baju tidur, kemudian pelaku kembali memperkosa korban DN untuk yang kedua kalinya, tutup Arief.

Sejumlah barang bukti juga turut diaman oleh petugas diantaranya, 1 buah senjata tajam berupa Parang, 1 helai Celana Dalam milik tersangka, 1 (satu) Helai Celana Training warna biru milik tersangka, 1 helai baju kaus warna merah bata bercak darah milik tersangka.

Kemudian satu buah bra milik korban DN, 1 buah celana dalam milik korban DN, 1 (satu) buah karung, 1 (satu) helai kain warna hitam untuk mengikat korban DN, 1 (satu) buah baju kaus warna merah milik korban Rg, 1 (satu) buah celana pendek merk SKBZONE milik korban Rg.

Penyidik Polres Langsa menerapkan pasal berlapis kepada tersangka SB.

“Tersangka dijerat Pasal 338 Jo 340 Jo 285 Jo 351 Ayat (2) KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 20 (Dua Puluh) tahun penjara dan atau Pasal 80 Undang-undang nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan anak dengan ancaman Maksimal 10 (Sepuluh) Tahun Penjara,” pungkas Kapolres Langsa AKBP Giyarto melalui Kasatreskrim Iptu Arief Sukmo Wibowo, SIK. (*)