Sejarah Kerajaan Samudera Pasai, dari Daftar Pemimpin hingga Peninggalannya

Di eranya, Kerajaan ini sempat menjadi pusat dari perdagangan mancanegara.
kerajaan samudera pasai
Peninggalan Kesultanan Samudera Pasai berupa koin berbahan timah di Museum Uang Sumatra. Foto: Wikimedia Commons/Rachmat W.

Laporan Cicin Yulianti via detikEdu

ACEHSATU.COM — Kerajaan Samudera Pasai memegang peran penting dalam penyebaran agama Islam di Nusantara, maupun di kawasan Asia Tenggara. Di eranya, Kerajaan ini sempat menjadi pusat dari perdagangan mancanegara.

Lalu, bagaimana sejarah Kerajaan Samudera Pasai sendiri? Dan siapa saja pemimpin yang pernah berkuasa?

Simak penjelasannya.

Sejarah Kerajaan Samudera Pasai

Mengutip buku Tinggalan Sejarah Samudera Pasai oleh CISAH (2014), dikatakan bahwa Kerajaan Samudera Pasai pertama kali ditemukan lewat adanya tiga batu nisan bersurat yang ditemukan dua di Leubok Tuwe, Meurah Mulia, dan satu di Matang Ulim, daerah Kabupaten Aceh Utara.

Isi dari batu nisan tersebut menggambarkan bahwa adanya pemerintahan Islam yang terjadi pada pertengahan abad ke-7 Hijriah atau13 Masehi. Saat itulah tonggak pertama kerajaan Samudera Pasai berkembang.

Kerajaan Samudera Pasai menjadi salah satu benteng pertahanan yang kuat di Nusantara. Kerajaan ini didirikan oleh pimpinan angkatan perang asal Mesir yakni Nasimuddin al-Kalmil, dengan nama semula Kerajaan Samudera.

BACA JUGA: Kejari Resmi Tahan Lima Tersangka Korupsi Pembangunan Monumen Islam Samudera Pasai Aceh Utara

Kerajaan Samudera disebut sebagai kerajaan Islam pertama di Indonesia. Perkembangan Kerajaan Samudera Pasai terjadi ketika kerajaan Sriwijaya sedang merosot akibat perlawanan dari Kerajaan Cola.

Perkembangan Kerajaan Samudera makin pesat di era kekuasaan Sultan Malikul Saleh atau Sultan Malik al-Saleh pada tahun 1285-1297. Ia menjadi sultan pertama setelah naik takhta dan diangkat oleh Nazimuddin al-Kamil, pendiri kerajaan Samudera.

Sultan Malik al-Saleh terkenal sebagai penyebar Islam di kawasan Asia Tenggara. Salah satu hal pokok yang coba ia tangkis adalah paham Syiah yang saat itu sudah banyak menyebar.

Kerajaan Samudera mengalami perluasan hingga ke Kerajaan Pasai. Pada masa kekuasaan Sultan Malikul Thahir pada tahun 1297-1326, kerajaan ini memperluas lagi jangkauannya. Kemudian, lahirlah Kerajaan Samudera Pasai yang berkembang hingga menjadi tempat persinggahan utama pedagang-pedagang dari Timur.

Kejayaan Kerajaan Samudera Pasai terjadi saat pemerintahan Sultan Malik At-Tahir II atau Sultan Ahmad. Kejayaan tersebut dibuktikan dengan catatan Marcopolo yang menyebutkan bahwa pusat dari perdagangan yang sangat berkembang terjadi pada saat pemerintahannya. Sultan Malik At-Tahir II berkuasa mulai dari tahun 1326-1349 M.

Faktor Perkembangan Kerajaan Samudera Pasai

Perkembangan dari Kerajaan Samudera Pasai diperantarai oleh faktor-faktor berikut:

1. Politik Perkawinan

Politik perkawinan menjadi sebuah hal yang biasa terjadi di kalangan orang kerajaan untuk memperluas wilayah politik. Pada saat itu, rata-rata pedagang dari Hadramaut adalah laki-laki. Oleh karena itu, banyak bangsa Timur mengawini penduduk Nusantara sehingga pengaruh penyebaran Islam di Samudera Pasai semakin kuat.

2.Politik Perdagangan

Pada masa itu, pemegang kunci perdagangan di sana adalah pedagang Islam. Mereka menjadi pemegang monopoli perdagangan dari dan ke Eropa.

3.Politik Penaklukan

Cara politik penaklukan ini berbeda dengan faktor lain yang terbilang halus. Politik penaklukan memanfaatkan penyerangan seperti yang dilakukan oleh Kerajaan Samudera ke Kerajaan Pasai atau Kerajaan Demak ke Kerajaan Majapahit.

kerajaan samudera pasai
Peninggalan Kesultanan Samudera Pasai berupa koin berbahan timah di Museum Uang Sumatra. Foto: Wikimedia Commons/Rachmat W.

Daftar Pemimpin Kerajaan Samudera Pasai

Melansir situs Pemerintah Aceh, berikut daftar Sultan di Kerajaan Samudera Pasai:

Sultan Malikul Saleh (1267-1297 M)

Sultan Muhammad Malikul Zahir (1297-1326 M)

Sultan Mahmud Malik Az-Zahir (1326 – ± 1345 M)

Sultan Malik Az-Zahir (?- 1346 M)

Sultan Ahmad Malik Az-Zahir yang memerintah sekitar tahun 1346-1383 M

Sultan Zain Al-Abidin Malik Az-Zahir yang memerintah pada 1383-1405 M

Sultanah Nahrasiyah, yang memerintah pada 1405-1412 M

Sultan Sallah Ad-Din yang memerintah mulai sekitar tahun 1402 M

Sultan yang kesembilan yaitu Abu Zaid Malik Az-Zahir yang memerintah hingga sekitar 1455 M

Sultan Mahmud Malik Az-Zahir, memerintah sekitar tahun 1455-1477 M

Sultan Zain Al-‘Abidin, memerintah sekitar tahun 1477-1500 M

Sultan Abdullah Malik Az-Zahir, yang memerintah sekitar tahun 1501-1513 M

Sultan Zain Al’Abidin, yang memerintah tahun 1513-1524 M

BACA JUGA: Ini Jawaban Nova Iriansyah Dijuluki Gubernur Terburuk Sepanjang Sejarah Aceh

Peninggalan Kerajaan Samudera Pasai

Beberapa peninggalan Kerajaan Samudera Pasai adalah sebagai berikut:

1. Relief

Relief peninggalan Kerajaan Samudera Pasai berupa lampu yang berisikan kalimat tauhid dalam batu nisan. Peninggalan ini menandakan bahwa ajaran tauhid menjadi tugas utama para penguasa era Kerajaan Samudera Pasai selama lebih dari tiga abad.

2. Mata Uang Emas

Mata uang emas adalah salah satu peninggalan Kerajaan Samudera Pasai yang berupa koin dan memuat tulisan dalam bahasa Arab.

3. Makam Sultan Malik Al-Saleh

Makam Sultan Malik Al-Saleh yang ditemukan oleh sejarawan menjadi tanda Islam telah masuk ke Indonesia sejak abad ke-13 atau bisa jadi sebelum itu. (*)