Sejarah Hari Ini: Hari Proklamasi Kemerdekaan Aceh

Hari ini, 4 Desember 2020 adalah hari yang ke-44 tahun sejak 1976 yang lalu Dr Teungku Hasan Ditiro memproklamirkan kemerdekaan Aceh dari Indonesia.
Hari Prokalamasi Kemerdekaan Aceh
Bendera GAM. Foto Net

Sejarah Hari Ini: Hari Proklamasi Kemerdekaan Aceh

ACEHSATU.COMHari ini, 4 Desember 2020 adalah hari yang ke-44 tahun sejak 1976 yang lalu Dr Teungku Hasan Ditiro memproklamirkan kemerdekaan Aceh dari Indonesia.

4 Desember kemudian menjadi hari sakral bagi para pejuang kemerdekaan Aceh.

Setiap tahunnya selalu diperingati dan dikenang sebagai hari penuh bahagia yang sukacita.

Euforia kemerdekaan menjadi bagian tak terpisahkan di setiap perayaan 4 Desember.

Pengibaran bendera bulan bintang selalu mewarnai perayaan hari perayaan 4 Desember.

Tak terkecuali hari ini, 4 Desember 2020, meski perang telah berakhir, namun pengibaran bendera bulan bintang tetap saja dilakukan.

Merunut sejarah masa lalu, proklamasi kemerdekaan Aceh diumumkan Hasan Tiro kepada dunia di Bukit Tjokkan, pada tanggal 4 Desember 1976.

Hari Prokalamasi Kemerdekaan Aceh
Seorang warga Aceh mengibarkan Bendera bulan bintang. Foto Net

Ada alasan simbolis dan historis Hasan Tiro menetapkan 4 Desember sebagai hari kelahiran Aceh-Sumatra National Liberation Front (ASNLF).

Seperti yang tertuang dalam bukunya The Price of Freedom: The Unfinished Diary of Tengku Hasan Di Tiro, ia menukilkan tanggal 4 Desember adalah hari penuh simbolis dan historis.

Bagaimana tidak, tepat pada 3 Desember 1911, Belanda yang berhasil menembak dan membunuh Kepala Negara terakhir Aceh-Sumatra, Tengku Tjhik Maat di Tiro, di medan perang Alue Bhot, Tangse.

Saat itu, penjajah Belanda juga menyatakan 4 Desember 1911 sebagai hari berakhirnya Negara Aceh sebagai entitas yang berdaulat, dan hari “kemenangan” terakhir Belanda atas Kerajaan Aceh-Sumatra

Namun Hasan Tiro menegaskan bahwa, Negara Aceh Sumatera tidak pernah menyerah ke Belanda dan perjuangan terus berlanjut di semua pelosok Aceh.

“Bendera Aceh akan dinaikkan lagi untuk seterusnya, sampai akhir zaman, dan pada tanggal 4 Desember di tempat yang paling suci untuk menandakan renaissance dan kontinuitas masyarakat Aceh Sumatra dan negara bagian Aceh Sumatra selama-lamanya,” tulis Hasan Tiro.

Bendera Aceh akan selalu berkibar untuk mengenang gugurnya pejuang muda Aceh yang heroik Tengku Tjhik Maat di Tiro.

Kisah Heorik Tgk Maad Muda Ditiro ( Hal 2)