Sejarah Aceh VS Sejarah Belanda, Ini Perlakuan Pemerintah Aceh Terhadap Peradaban Aceh

0
7
Bukti sejarah ini dapat ditemukan di pekuburan Belanda Kerkhoff ini. Disini dikuburkan kurang lebih 2000 orang serdadu Belanda, dan termasuk di antaranya serdadu Jawa, Batak, Ambon, Madura dan beberapa serdadu suku lainnya yang tergabung dalam Angkatan Bersenjata Hindia Belanda. yang kuburannya masih dirawat dengan baik.

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Hingga saat ini Pemerintah Kerajaan Belanda sangat haru dan menghormati warga Banda Aceh yang merawat dengan rapi kuburan tersebut. Mereka tidak habis pikir bahwa bangsa yang dijajah mau merawat makam para penjajahnya.

Kuburan Kerkhoff Banda Aceh adalah kuburan militer Belanda yang terletak di luar negeri Balanda yang terluas di dunia. Dalam sejarah Belanda, Perang Aceh merupakan perang paling pahit yang melebihi pahitnya pengalaman mereka pada saat Perang Napoleon.

Bukti sejarah ini dapat ditemukan di pekuburan Belanda Kerkhoff ini. Disini dikuburkan kurang lebih 2000 orang serdadu Belanda, dan termasuk di antaranya serdadu Jawa, Batak, Ambon, Madura dan beberapa serdadu suku lainnya yang tergabung dalam Angkatan Bersenjata Hindia Belanda. yang kuburannya masih dirawat dengan baik.

Sebaliknya tidak terhitung banyaknya rakyat Aceh yang tewas dalam mempertahankan setiap jengkal tanah airnya yang tidak diketahui di mana kuburnya.

Namun kondisi kini sangat Miris dan  sangat menyayat dihati, ketika masyarakat Aceh mulai lupa dengan indentitas diri bangsa Aceh, sejarah Aceh memiliki peradaban tinggi dan nuansa seni yang indah.

Aceh pada Aceh masa lalu saat kerajaan Aceh dibawah kepemimpinan Sultan Iskandar Muda memang pernah menjadi salah satu kerajaan dengan peradaban Islam terbesar didunia, Kerajaan Aceh menjadi kerajaan kelima dengan peradaban islam terbesar pada masa Umaniyah di Turki, hal itu diungkapkan oleh salah satu peneliti sejarah Islam di Aceh

Sultan Iskandar Muda putra dari Sultan Alauddin Mansur Syah yang merupakan putra Sultan Abdul Jalil bin Sultan ‘Alaiddin Ri’ayat Syah Al-Kahhar. sultan Iskandar Muda memberikan tatanan baru dalam kerajaan Aceh masa itu. Beliau mengangkat pimpinan adat untuk tiap suku dan menyusun tata negara sekaligus qanun yang menjadi tuntunan penyelenggaraan kerajaan dan hubungan antara raja dan rakyat.Selama 30 tahun masa pemerintahannya (1606 – 1636 SM) Sultan Iskandar Muda telah membawa Kerajaan Aceh Darussalam dalam kejayaan.

Tidak mengherankan memang jika Kerajaan Aceh masa lalu menjadi peradabaan Islam terbesar kelima didunia, seperti yang kita ketahui bahwasanya kerajaan Aceh sendiri adalah kerajaan Islam pertama di Indonesia hal ini berdasarkan Berita dari Marcopolo menyebutkan bahwa pada saat persinggahannya di Pasai tahun 692 H / 1292 M, telah banyak orang Arab yang menyebarkan Islam di Aceh.

Begitu pula berita dari Ibnu Battuthah, pengembara Muslim dari Maghribi., yang ketika singgah di Aceh tahun 746 H / 1345 M menuliskan bahwa di Aceh telah tersebar mazhab Syafi’i. Adapun peninggalan tertua dari kaum Muslimin yang ditemukan di Indonesiaterdapat di Gresik, Jawa Timur. Berupa komplek makam Islam, yang salah satu diantaranya adalah makam seorang Muslimah bernama Fathimah binti Maimun.

Pada makamnya tertulis angka tahun 475 H / 1082 M, yaitu pada jaman Kerajaan Singasari. Diperkirakan makam-makam ini bukan dari penduduk asli, melainkan makam para pedagang Arab.

Peradaban Islam di masa awal dihadapkan pada persaingan dengan peradaban Romawi dan Persia. Meski Islam lahir di sebuah jazirah yang tandus dan tidak menarik, namun lambat laun Islam justru menggeser hegemoni dua imperium besar tersebut. Secara perlahan namun pasti, Islam berhasil melakukan pembebasan sampai ke batas barat Afrika Utara (Maroko), dan kemudian bergerak ke Utara sampai ke Spanyol.

Dari arah Laut Mediterania, pembebasan diraih sampai ke kawasan Balkan. Ke arah asia kecil, futuhat diraih sampai ke Samarkand.

Dan ke arah timur, pembebasan diraih sampai ke bagian barat India. Ini adalah sebuah pencapaian prestisius, yang menjadikan Islam ketika itu sebagai peradaban terbesar di dunia.

Peradaban Islam juga telah dicatat oleh sejarah sebagai pelopor kebangkitan ilmu pengetahuan. Ketika Islam mencapai masa keemasan peradabannya, termasuk di sektor ilmu pengetahuan, orang Eropa masih berada dalam kegelapan.

Mereka masih hidup dalam kebodohan dan keterbelakangan. Namun orang-orang Eropa akhirnya belajar ke Dunia Islam, dan Islam pun dengan murah hati mau mengajarkan ilmu pengetahuan yang dimilikinya kepada orang-orang Eropa tersebut. Orang-orang Eropa yang belajar kepada Islam inilah yang kemudian menjadi para perintis dan pelopor munculnya Renaissance dan kemudian Revolusi Industri di Eropa.

Namun apa yang terjadi sekarang,  bangsa Aceh sudah hilang indentitas dan semangat dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Hal tersebut terjadi karena rasa peduli sejarah masyarakat Aceh sudah hilang.
Ditambah lagi dengan sikap pemerintah yang acuh tak acuh merawat sejarah Aceh yang terkesan setengah hati.

Pemerintah Aceh kini terkesan melupakan sejarah Aceh,  bahkan mereka gencar mengalokasikan dana untuk pemugaran makam penjajah belanda.

Dengan demikian,  timbul pertanyaan,  apa kerjaaan BPCB, dan apa peran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata di Aceh ?

Begini Penampakan Foto Makam Bersejarah di Aceh

Kerkoff Peucut adalah kuburan prajurit Belanda yang tewas dalam Perang Aceh. Kompleks kuburan ini banyak tersebar di wilayah Indonesia. Salah satunya terletak di kota Banda Aceh, dan sekarang menjadi objek wisata menarik, khususnya bagi wisatawan mancanegara (terutama wisatawan asal Belanda).
Hingga saat ini Pemerintah Kerajaan Belanda sangat haru dan menghormati warga Banda Aceh yang merawat dengan rapi kuburan tersebut. Mereka tidak habis pikir bahwa bangsa yang dijajah mau merawat makam para penjajahnya. Foto Dokumen Urjal
makam bersejarah di Aceh, Lokasi Komplek Makam Poe Meurah, Kota Banda Aceh
Makam Bersejarah di Aceh

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here