Sejak Ditampung di BLK Lhokseumawe, 36 Imigran Rohingya Kabur

"Mereka melarikan diri dengan merusak pagar di belakang kamp penampungan dengan memanfaatkan kelengahan petugas jaga, namun Sehari kemudian, enam pengungsi lainnya mencoba kabur, namun dapat digagalkan oleh petugas jaga"
6 gadis imigran Rohingya berusaha kabur
Enam gadis imigran Rohingya diamankan petugas saat hendak kabur dari Kamp Penampungan di Lhokseumawe. | Foto: IST

ACEHSATU.COM | Lhokseumawe – Satuan Tugas Penanganan Pengungsi Rohingya Kota Lhokseumawe menyatakan Sejak Ditampung BLK Lhokseumawe, 36 Imigran Rohingya Kabur. Dari 105 imigran Rohingya yang ditampung di Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Lhokseumawe sejak 31 Desember 2021 sebanyak 36 Imigran kabur atau melarikan diri.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Pengungsi Rohingya Kota Lhokseumawe Marzuki di Lhokseumawe, Kamis mengatakan semua imigran Rohingya yang kabur dari penampungan sementara tersebut perempuan.

“Mereka melarikan diri dengan merusak pagar di belakang kamp penampungan dengan memanfaatkan kelengahan petugas jaga,” kata Marzuki menyebutkan.

Marzuki mengatakan imigran Rohingya yang kabur itu terjadi beberapa kali. Pertama pada 18 Januari 2022, delapan imigran Rohingya berhasil melarikan diri.

“Sehari kemudian, enam pengungsi lainnya mencoba kabur, namun dapat digagalkan oleh petugas jaga,” kata Marzuki.

Selanjutnya pada 30 Januari 2022, kata Marzuki, empat imigran berhasil kabur. Selang sehari kemudian disusul sembilan imigran Rohingya lainnya meninggalkan kamp penampungan tersebut.

“Lalu, pada 1 Februari lalu ada delapan imigran yang kabur. Berikutnya pada 2 Februari imigran yang kabur. Kini, imigran yang tersisa tinggal 69 orang lagi,” kata Marzuki.

Untuk mengantisipasi terulang imigran Rohingya kabur, kata Marzuki, pihaknya sudah memasang empat kamera pemantau atau CCTV di beberapa titik kamp penampungan tersebut.

“Dengan adanya kamera pemantau tersebut memudahkan penjaga mengawasi puluhan imigran Rohingya itu, sehingga jika ada yang berusaha melarikan diri dapat dicegah,” kata Marzuki.

Marzuki mengatakan Pemerintah Kota Lhokseumawe mendesak lembaga PBB UNHCR untuk segera memindahkan imigran gelap tersebut ke lokasi penampungan permanen di Sumatera Utara.

“Setiap hari ada yang kabur dari kamp penampungan ini. Sebaiknya para imigran tersebut segera dipindahkan guna mengantisipasi adanya tindak pidana perdagangan orang yang melibatkan warga negara Indonesia,” kata Marzuki.

pengungsi rohingya
Satuan Tugas Penanganan Pengungsi Rohingya Kota Lhokseumawe menyatakan empat imigran Rohingya kabur kamp pengungsian di Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Lhokseumawe.

Beberapa Hari Yang Lalu Empat Imigran Rohingya Kabur dari Kamp Penampungan Lhokseumawe

Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Pengungsi Rohingya Kota Lhokseumawe Marzuki di Lhokseumawe, Rabu, mengatakan empat pengungsi Rohingya kabur pada Minggu (30/1/2022). 

“Dengan kaburnya empat orang tersebut, maka sudah 12 imigran Rohingya dari 105 orang yang ditampung di BLK Desa Meunasah Mee Kandang, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, melarikan diri,” kata Marzuki.

Marzuki mengatakan empat imigran Rohingya kabur tersebut semuanya perempuan. Mereka yakni Solika (17), Ismat Ara (15), Kowser Bibi (21), dan Noor Kayes (21). Mereka diketahui tidak berada di kamp penampungan saat pendataan rutin di pagi hari