https://acehsatu.com/wp-content/uploads/fluentform/ff-ca78e0025ec30038b1f804938a108109-ff-IMG-20240402-WA0003.jpg

Berita Lainnya

https://acehsatu.com/wp-content/uploads/fluentform/ff-c926ea740f30a093883f895c1586ddc8-ff-IMG-20240402-WA0004.jpg

Hukum

Politik

Mata Uang Brics
Para pemimpin negara-negara anggota BRICS bertemu dalam konferensi tingkat tinggi. Foto/REUTERS

ACEHSATU.COM BRICS yang memiliki anggota Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan adalah forum bisnis internasional yang dibentuk pada tahun 2009 di Rusia. Belasan tahun berdiri, BRICS ingin menciptakan mata uang baru yang digunakan oleh negara-negara anggotanya.

Dikutip dari Sindonews.com, Berikut adalah 3 Fakta Mata Uang BRICS yang Segera Diluncurkan

Tantang Dominasi AS

Kehadiran mata uang BRICS dipandang sebagai salah satu langkah menantang atau bahkan cenderung menekan dominasi Amerika Serikat (AS). Melalui mata uang baru ini, Rusia melalui BRICS dipandang melakukan manuver politik.

Para pakar menyebut dorongan Rusia itu adalah proyek geopolitik demi menciptakan alternative dari dolar AS.

Selain itu, kehadiran mata uang BRICS diinisiasi Rusia demi mengatasi berbagai dampak sanksi ekonomi yang diterima Rusia. Wakil Ketua DPR Rusia, Alexander Babakov, menyampaikan hal itu ketika melakukan kunjungan ke India pada Maret 2023.

Bisa Diamankan dalam Bentuk Lain

Dalam kunjungannya ke India, Alexander Babakov menyampaikan bahwa mata uang BRICS bisa diamankan dengan bentuk lain, seperti emas, logam tanah jarang, dan komoditas lainnya.

Sementara itu, ada beberapa negara lain yang menyatakan minatnya untuk bergabung dalam BRICS, yakni Arab Saudi, Turki, dan Iran.

Bagi Saudi, ketertarikan itu disampaikan oleh Duta Besar Rusia untuk Saudi, Sergey Kozlov. Menurutnya, keinginan Saudi untuk menjadi anggota BRICS lantaran menjadi bagian dari diversifikasi kebijakan luar negeri kerajaan.

Selain ketiga negara itu, ada juga Argentina dan Aljazair yang ingin bergabung dengan BRICS.

Dibahas dalam KTT BRICS

Pembahasan lanjutan mengenai rencana diedarkannya mata uang BRICS baru akan dibahas dalam KTT BRICS di Afrika Selatan pada Agustus 2023 mendatang.

Hal ini diungkapkan Wakil Ketua DPR Rusia, Alexander Babakov, pada Maret 2023 lalu saat melakukan kunjungan ke India.

Sebenarnya, keinginan penggunaan mata uang BRICS sudah tercetus pada tahun 2009. Kala itu, Afrika Selatan belum bergabung sehingga namanya masih BRIC. Dalam pertemuan pada Juni 2009, pemimpin negara anggota ingin menambah pengaruh di percaturan ekonomi dunia.

Negara-negara itu disebut sangat berambisi untuk menyaingi kekuatan ekonomi AS yang sangat mendominasi. Namun, implementasi mata uang BRIC belum terealisasi hingga kini dan kembali dicetuskan oleh Rusia pada 2023. (*)