Pidie

Secara Diam-diam Plt Gubernur Aceh Tandatangani MoU dengan Perusahaan Asal Cina, Ada Apa?

Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah secara diam diam menandatanagni MoU kerjasama pembangunan pabrik semen Laweueng, kabupaten Pidie dengan perusahaan asal Cina.

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah secara diam diam menandatanagni MoU kerjasama pembangunan pabrik semen Laweueng, kabupaten Pidie dengan perusahaan asal Cina.

Kabar tersebut muncul setelah akun twitter @niriansyah mengunggah foto pertemuan penanda tanagan MoU tersebut di Negeri Cina.

Dalam foto yang telah beredah tersebut Nova turut hadir menyaksikan penandatanganan kerja sama antara PT Samana Citra Agung dengan Jiangsu Pengfei, perusahaan asal Cina.

Menyaksikan penandatanganan MoU antara Samana Citra Agung dengan Jiangsu Pengfei Group Cina untuk pembangunan pabrik semen di Laweueng, Pidie,” tulis Nova dalam akun twitternya yang juga mengunggah beberapa foto kegiatan itu.

Nova juga mengunggah foto tukar menukar cenderamata antara dirinya dengan Gubernur Provinsi Jiangsu Cina.
Sebagaimana diketahui, pembangunan pabrik semen Laweung didera beberapa persoalan hingga terhentinya pembangunan pada 27 September 2017 lalu.

Ada berbagai persoalan yang membelit pembangunan investasi pabrik semen tersebut, bahkan gubernur non-aktif Aceh, Irwandi Yusuf sebelumnya pernah menyebtukan permasalahan pembangunan pabrik semen di Laweueng sangat complicated (rumit).

Untuk diketahui, pabrik Semen Laweueng sebelumnya direncana dibangun oleh PT Semen Indonesia. Sedangkan PT Samana Citra Agung menguasai seluruh lahan tempat akan dibangun pabrik dengan total investasi triliunan tersebut.

PT Samana Citra Agung menurut kuasa hukumnya, Safaruddin SH, penguasaan lahan oleh PT tersebut sudah terjadi sejak 1997 dengan bukti dua sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) dan 1998 dengan dua bukti sertifikat Hak Pakai (HP) seluas 1.558,83 hektare.

Pembangunan pabrik semen Laweung akhirnya terhenti. Salah satu persoalan pelik adalah terkait ganti tugi terhadap pembebasan lahan yang dianggap warga belum dilakukan oleh PT Saman Citra Agung.

Sedangkann PT Samana Citra Agung sempat membantah semua tudingan warga setempat, yang menyatakan pihaknya belum membayar ganti rugi lahan warga seluas 250 hektare yang diklaim kini telah dikuasai perusahaan. Ganti rugi lahan telah selesai sejak tahun 1997. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top