Sebelum Terseret Air Bah, Korban Bersama Rekannya Sempat Menyelamtkan Diri Di Atas Batu di Tengah Sungai

Sebelum terseret air bah yang datang tiba-tiba di lokasi pemandian objek wisata Gunung Pandan, Kampung Selamat, Aceh Tamiang, korban   Dea Afrianda (24) warga Pangkalan Susu, Sumatera Utara bersama tiga rekannya sempat menyelamatkan diri diatas batu di tengah sungai.
air bah
Detik-detik korban berusaha menyelamatkan diri diatas batu di tengah sungai sebelum terseret arus air bah. acehsatu.com/tangkapan video amatir

ACEHSATU.COM [ ACEH TAMIANG –Sebelum terseret air bah yang datang tiba-tiba di lokasi pemandian objek wisata Gunung Pandan, Kampung Selamat, Aceh Tamiang, korban   Dea Afrianda (24) warga Pangkalan Susu, Sumatera Utara bersama tiga rekannya sempat menyelamatkan diri diatas batu di tengah sungai.

Namun arus yang deras dan cepatnya massa air meningkat membuat ke empatnya terseret arus namun tiga diantaranya selamat sementara korban Dea Afrianda hilang terbawa arus dan sampai saat ini belum ditemukan.

Dari vedeo amatir yang beredar, terlihat petuga penjaga pemandian sedang berusaha menyelamatkan korban dengan mengambil ban, diduga akan dilemparkan kepada keempat korban agar dapat menyeberang sungai. Namun hanya dalam hitungan detik korbanpun terseret arus air bah yang kencang sehingga satu dari empat wisatawan tersebut hilang terseret arus.

Tim SAR Aceh Tamiang sampai saat ini masih terus melakukan pencarian terhadap korban.

Ketua SAR Aceh Tamiang, Khairul yang akrab disapa Boy kepada acehsatu.com, Senin (8/11/2021) mengatakan, sampai pagi ini pihaknya terus melakukan pencarian terhadap korban yang diduga hanyut terseret arus air bah yang datang tiba tiba sehingga menghanyutkan korban.  

“Dibantun masyarakat, TNI/Polri dan Tim SAR terus melakukan penyisiran terhadap korban,” ujar Boy.

air bah
Detik-detik empat wisatawan asal Pangkalan Susu Sumatera Utara hanyut saat berusaha menyelamatkan diri di tengah sungai di atas batu ketika terjadi banjir bandang di pemandiangan Gunung pandan Kampung Selamat, Aceh Tamiang, Minggu (7/11/2021) acehsatu.com/tangkapan video amatir

Dijelaskan, kejadian naas itu terjadi pada Minggu (7/11/2021) sekira pukul 17.0 0 Wib, ketinggian air di tempat objek wisata pemandian Gunung Pandan mulai naik dengan rata rata ketinggian mencapai satu meter, air semakin kencang di karenakan curah hujan yang tinggi di hulu dengan warnanya yang keruh di sertai hanyutnya ranting-ranting pohon.

Lalu lanjut Ketua SAR Aceh Tamiang ini, pada saat kejadian, korban sedang mandi bersama tiga korban lainya, M. Akbar (20) warga Pangkalan Susu, Herda Safitri (20) warga Pangkalan Brandan, M. Isma mustafa (25) warga Pangkalan Susu  selamat sementara korban hilang terseret arus bah yang kencang.

“Korban Dea Afrianda (24) warga Pangkalan Susu hanyut terbawa arus air sungai yang deras dan belum temukan sampai saat,” ujarnya.

Menurut Boy, curah hujan yang meningkat menyebabkan jumlah masa air bertambah sehingga aliran air secara tiba-tiba semakin deras di objek wisata Gunung Pandan sehingga pengunjung yang sedang mandi tidak menyadari air  deras yang turun dari hulu (*)