oleh

Sebelum Meninggal Almarhum Nanda Curhat  di WhatApp, Begini Kalimatnya 

-Indeks, Pidie-53.100 views

Sebelum Meninggal Almarhum Nanda Curhat  di WhatApp, Begini Kalimatnya 

ACEHSATU.COM [  SIGLI – Gadis berparas cantik Nanda Dewi Susanti (24) sebelum melakukan aksi nekad mengakhiri hidupnya di seutas tali,  sempat curhat melalui media sosial WhatsApp kepada temannya.

Isianya dalam bahasa Aceh, antara lain bunyinya  bekle saket ukeu beb”  atau jangan lagi sakit kedepan beb namun tidak diketahui apa maksudnya curhat tersebut.

Curhat almarhum beredar via WhatsApp itu terdiri dari tiga kalimat dalam bahasa Aceh, “ kei kaseb eknoe mantong saket, bekle saket ukeu beb, hana sanggop lei kei kira kira artinya dalam bahasa indonesia, “Aku cukup di sini saja sakit, jangan lagi sakit ke depan beb, tidak sanggup lagi aku”.

Sejak meninggalnya  gadis cantik ini membuat warga Sigli heboh ternyata almarhum  selam ini dikenal baik dalam pergaulan dengan warga begitu juga dengan orang tua, gadis ini juga berprilaku baik tanpa ada cekcok atau perselisihan bahkan gadis berparas cantik ini juga membantu orang tua dalam mencari rezeki seperti menjaul kue lebaran bahkan dikabarkan sampai ke Meulaboh, Aceh barat keduanya menjual kue lebaran.

“Prilaku Korban selam ini baik baik saja tidak ada yang aneh,” ujar Keuchik Kampong Rambong, Safwan Husen kepada wartawan. Selasa (26/5/2020)

Bahkan  informasi yang disampaikan warga, almarhum Nanda  juag sempat bekerja di toko ponsel di Kota Sigli selama dua tahun di Kota.

Terkait curhat di Mesos berkaitan dengan asmara, Keuchik Safwan mengaku tidak mengetahui jika almarhum memiliki cowok.

Sebelumnya diberitakan, Nanda DS (24), gadis Gampong Rambong, Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie, ditemukan tewas tergantung dalam rumahnya, Selasa, 26 Mei 2020, sekira pukul 11: 00 WIB.

Diduga korban tewas gantung diri.

Baca :https://acehsatu.com/diduga-masalah-asmara-wanita-cantik-bunuh-diri-di-hari-raya-kejadian-di-pidie/

Peristiwa mengheboh warga Rambong dan sekitarnya itu terjadi saat masyarakat sedang merayakan Hari Raya Idulfitri. Dugaan sementara motif korban mengakhiri hidupnya dengan cara tragis itu akibat masalah asmara.

Kapolres Pidie, AKBP Zulhir Destrian, melalui Kasat Reskrim, AKP Eko Rendi Oktama, kepada acehsatu.com membenarkan adanya kasus bunuh diri di Gampong Rambong, Mutiara Timur. Korban tewas tergantung di kosen pintu dalam rumahnya.

“Benar adanya remaja putri ditemukan tewas tergantung dalam rumahnya. Dugaan sementara korban mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri akibat asmara,” kata AKP Eko Rendi.

Gadis berparas cantik itu pertama sekali ditemukan tergantung oleh ayahnya M. Nasir (58). Saksi saat itu baru pulang dari Kecamatan Kembang Tanjong, Pidie. Ketika hendak masuk ke rumah, ternyata pintu terkunci dari dalam.

Lalu, M. Nasir memanggil-manggil anaknya itu untuk membuka pintu. Tak kunjung ada jawaban meski sudah lama dipanggil, sang ayah pun mendobrak pintu rumahnya. Begitu pintu terbuka, betapa kaget pria itu melihat korban lehernya tergantung di kosen pintu kamar.

“Ayah korban langsung minta tolong warga sekitar untuk menurunkan korban yang sudah tidak bernyawa dan melepas tali yang melilit leher korban,” ungkap Eko Rendi.

Berdasarkan pemeriksaan hasil percakapan WhatsApp korban, menurut Eko Rendi, kuat dugaan korban mengalhiri hidupnya masalah percintaan. Namun demikian pihaknya akan terus melakukan penulusuran penyebab pasti korban bunuh diri.

Bahkan, sebelum gantung diri, korban lebih dahulu mengabadikan tali yang hendak digunakan untuk gantung diri lalu disebarkan kepada temannya melalu WhatsApp.

“Saat ini, kita sedang mendalami kasus kematian korban. Tim Inafis sudah turun ke lokasi untuk meidentifikasi tempat kejadian perkara,” ujar Eko Rendi.

Eko Rendi menambahkan, jasad korban tidak dilakukan autopsi karena keluarganya tidak mengizinkan. (*)

 

Indeks Berita