Sebarkan Foto Pacar Tak Pantas, Pemuda Ini Diciduk Polisi  

Sebarkan Foto Pacar Tak Pantas, Pemuda Ini Diciduk Polisi  

ACEHSATU.COM [ ACEH SELATAN – Aparat Polres Aceh Selatan menciduk seorang pemuda inisial AF (23) warga Kecamatan Kluet Tengah, Aceh Selatan karena menyebarkan foto  tak pantas sang pacar inisial YH di media sosial.Rabu (3/6/2020)

Pelaku melakukan perbuatan melanggar hukum tersebut karena sang pacar tidak mau balikan lagi dengan tersangka dan mengancam akan mepermalukan korban

Kapolres Aceh Selatan, AKBP Ardianto didampingi Kasat Reskrim Iptu Zeska Julian Taruna Wijaya dalam konferensi pers di Mapolres setempat, Jum’at (5/6/2020) mengatakan,  AF ditangkap setelah dilaporkan pacarnya inisial YH atas dugaan tindak pidana pencemaran nama baik.

Dijelaskan Kapolres, kejadian ini terjadi sekitar Desember 2019 lalu, saat itu, korban YH diberitahukan beberapa temannya bahwa foto dirinya tanpa busana tersebar di akun facebook dan WhatsApps.

“Dalam menjalankan aksinya, pelaku menggunakan akun facebook pacarnya yang sudah dikuasainya selama ini dengan cara mengirimkan foto-foto korban ke nomor Whatsapps keluarga dan kerabat korban, dengan menggunakan dua nomor seluler yang berbeda,” terang Kapolres.

Perbuatan tercela tersebut dilakukan pelaku karena minta korban kembali berpacaran dengannya bahkan pelaku juga mengancam akan mempermalukan korban jika korban tak mau menuruti keinginannya untuk kembali berpacaran.

“Ancaman tersebut dilayangkan pelaku melalui pesan singkat dan Whatsapps juga,” kata  Kapolres lagi

Atas laporan korban tersebut, akhirnya AF diciduk polisi dan menyita satu unit handphone Android merk OPPO A7 warna Gold, satu akun facebook milik korban yang digunakan  pelaku dan dua buah akun whatsapp dengan nama dan nomor yang berbeda.

Atas perbuatannya, pelaku terancam dijerat dengan pasal 45 ayat (1) jo pasal 27 ayat (1) subsider pasal 46 ayat (1) jo pasal 30 ayat (1) lebih subsider pasal 45 ayat (3) jo Pasal 27 ayat (3) UU No.19 Tahun 2016 tentang informasi elektronik dengan ancaman penjara 6 tahun atau denda Rp 1 miliar. (*)